BOYOLALI, MENARA62.COM – Lapangan upacara SMK Muhammadiyah 1 Boyolali berubah menjadi arena penuh keceriaan. Siswa, guru, dan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id larut dalam berbagai permainan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan sekadar ikut meramaikan, mahasiswa PLP UMS justru berada di balik layar kegiatan tersebut. Mereka terlibat sebagai panitia sejak persiapan hingga pelaksanaan acara bertajuk “Mari Bermain Game” pada Jumat (7/8/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dan jalan sehat. Setelah itu, suasana berubah semakin meriah ketika peserta mengikuti sejumlah permainan, di antaranya voli sarung basah dan lari berantai.
Permainan tersebut dirancang untuk menghadirkan kegembiraan sekaligus mengasah kekompakan, kerja sama, dan sportivitas warga sekolah.
Mahasiswa PLP Ikut Merancang Perlombaan
Ketua Tim PLP UMS di SMK Muhammadiyah 1 Boyolali, Muhammad Nauval Alfaruq, mengatakan mahasiswa mendapat kesempatan dari pihak sekolah untuk membantu penyelenggaraan kegiatan HUT RI.
Kesempatan itu dimanfaatkan mahasiswa dengan ikut menyiapkan konsep hingga memodifikasi sejumlah perlombaan agar lebih menarik.
“Untuk acaranya memang sudah dilakukan setiap tahun atas inisiatif sekolah sendiri. Untuk tahun ini, mahasiswa PLP membantu mempersiapkan dari awal dan memodifikasi kegiatannya agar lebih menarik,” ujar Nauval, Selasa (1/9/2026).
Keterlibatan tersebut membuat mahasiswa tidak hanya belajar mengajar selama menjalani PLP. Mereka juga memperoleh pengalaman mengelola kegiatan sekolah secara langsung.
Mulai dari mempersiapkan perlombaan, mengatur peserta, berkoordinasi dengan guru, hingga memastikan kegiatan berlangsung tertib menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa di lapangan.
Kepala Sekolah: Kegiatan Lebih Kreatif
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Boyolali, Yulianto, S.T., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PLP UMS dalam peringatan HUT RI tahun ini.
Menurut dia, sekolah memang rutin menggelar perlombaan setiap peringatan kemerdekaan. Namun, kehadiran mahasiswa PLP memberikan tambahan ide sehingga kegiatan dapat dikemas lebih kreatif.
“Acaranya sangat menarik. Setiap HUT RI kami memang setiap tahunnya mengadakan lomba-lomba. Karena ada teman-teman mahasiswa PLP, kami melibatkan mereka untuk berpartisipasi sebagai panitia sehingga kegiatan menjadi lebih kreatif,” kata Yulianto.
Antusiasme tidak hanya datang dari siswa. Para guru juga ikut terlibat dan memberikan dukungan selama perlombaan berlangsung.
“Peserta didik dan bapak-ibu guru juga antusias. Ke depannya, semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan lebih meriah lagi,” ujarnya.
Dukungan wali kelas turut membuat siswa dari berbagai kelas berani tampil dan berpartisipasi dalam permainan.
Doorprize Jadi Penutup yang Dinanti
Setelah berbagai perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengundian doorprize.
Momen tersebut menjadi penutup yang ditunggu peserta. Suasana semakin meriah ketika nama-nama pemenang undian diumumkan.
Namun, bagi sekolah dan mahasiswa PLP UMS, kemeriahan tersebut bukan menjadi satu-satunya tujuan.
Peringatan HUT ke-81 RI menjadi ruang untuk mempertemukan warga sekolah dalam suasana yang lebih cair. Siswa dan guru dapat berinteraksi di luar rutinitas pembelajaran, sementara mahasiswa PLP memperoleh pengalaman mengelola kegiatan pendidikan secara nyata.
Melalui kolaborasi tersebut, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk sederhana: bergerak bersama, bermain bersama, dan belajar bekerja sama.
Bagi mahasiswa PLP, pengalaman itu juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri sebagai calon pendidik. Sebab, tugas seorang guru tidak berhenti pada kegiatan belajar di dalam kelas.
Ada kemampuan berkomunikasi, berkoordinasi, mengelola kegiatan, membangun kekompakan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan.
Kolaborasi SMK Muhammadiyah 1 Boyolali dan mahasiswa PLP UMS akhirnya menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman bersama untuk menumbuhkan gotong royong, sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan di lingkungan sekolah. (*)
