SOLO, MENARA62.COM – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui aksi solidaritas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo bersama Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id.
Aksi penggalangan dana tersebut digelar pada 26 dan 28 Agustus 2026 di sejumlah titik strategis, di antaranya lampu merah UMS dan kawasan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Dari aksi tersebut, terkumpul dana sebesar Rp9.222.700. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui Lazismu Sukoharjo untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Kader IMM Sukoharjo dan anggota HW UMS turun langsung ke lapangan mengajak pengguna jalan serta masyarakat sekitar untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi warga yang membutuhkan.
Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Azibsyah, mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan semangat kemanusiaan yang menjadi bagian dari gerakan Hizbul Wathan.
“Bagi kami, kegiatan ini menjadi bentuk nyata semangat kepedulian dan kemanusiaan yang menjadi bagian dari gerakan Hizbul Wathan,” ujar Azibsyah, Senin (31/8/2026).
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut berpartisipasi serta kolaborasi dengan IMM Sukoharjo.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam aksi kemanusiaan menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
“Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat yang terdampak. Kami berharap semangat solidaritas ini terus tumbuh dan menjadi langkah kecil yang mampu menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas,” katanya.
Galang Dana Jadi Ruang Belajar Kader
Perwakilan IMM Sukoharjo, Hibatulloh, mengatakan nilai penting dari kegiatan tersebut tidak semata diukur dari jumlah dana yang terkumpul.
Menurut dia, pengalaman kader turun langsung ke lapangan menjadi pembelajaran penting tentang kepedulian dan solidaritas sosial.
“Yang paling berkesan bukan hanya jumlah dana, tetapi proses kader turun langsung dan melihat kepedulian masyarakat terhadap saudara kita di NTT,” ujar Hibatulloh.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah memberikan dukungan dalam aksi solidaritas tersebut.
Hibatulloh memastikan dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Lazismu Sukoharjo kepada masyarakat terdampak.
“Insyaallah, amanah ini akan disalurkan melalui Lazismu Sukoharjo kepada masyarakat terdampak,” katanya.
Intelegensi Kader Harus Berbuah Aksi
Hibatulloh menilai kegiatan kemanusiaan juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kader IMM.
Menurutnya, kader tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk hadir dan mengambil tindakan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Semoga gerakan ini menjadi pembelajaran bagi kader IMM bahwa intelektualitas harus diwujudkan dengan keberanian untuk hadir dan bertindak, karena kepedulian dapat melampaui batas wilayah,” tuturnya.
Aksi solidaritas tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara IMM Sukoharjo dan HW UMS dalam mengimplementasikan nilai ta’awun atau semangat saling menolong.
Keduanya berharap gerakan tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana.
Bagi para kader, aksi penggalangan dana juga menjadi pengalaman untuk memahami bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana. Meski dilakukan di jalanan dan dalam waktu terbatas, kontribusi masyarakat dapat dikumpulkan menjadi bantuan yang lebih berarti.
Aksi tersebut ditutup dengan harapan agar solidaritas untuk masyarakat NTT tidak berhenti pada satu kegiatan. Semangat membantu sesama diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan kemanusiaan yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. (*)
