32.4 C
Jakarta

Ribuan Warga Muhammadiyah Solo Ikuti Pengajian Hari BerMuhammadiyah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai unsur memadati Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (30/8/2026). Mereka mengikuti Pengajian Spesial Hari Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta.

 

Pengajian tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH Tafsir, sebagai pemateri. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari refleksi kemerdekaan Indonesia ke-81 dengan menguatkan wawasan kebangsaan warga Muhammadiyah.

 

Peserta pengajian berasal dari berbagai unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari pimpinan cabang dan ranting, amal usaha pendidikan dan kesehatan, hingga organisasi otonom (Ortom).

 

Sejumlah Ortom yang hadir antara lain Hizbul Wathan (HW), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah, dan Aisyiyah.

 

Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta, H A Sukidi, mengatakan kegiatan tersebut berjalan lancar dan diikuti ribuan jamaah dari berbagai unsur keluarga besar Muhammadiyah.

 

“Pada Ahad, 30 Agustus 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta melalui Majelis Tabligh untuk pelaksanaan pengajian Hari Bermuhammadiyah telah terlaksana dengan baik yang diikuti ribuan jamaah dari berbagai unsur,” ujar Sukidi.

 

Menurut dia, kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengajian tidak hanya menjadi forum untuk menambah wawasan keislaman, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi warga Muhammadiyah.

 

Pengajian Jadi Ruang Silaturahmi

 

Sukidi berharap kegiatan Hari Bermuhammadiyah dapat menjadi wadah bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk terus memperkuat tradisi keilmuan melalui pengajian.

 

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk membangun hubungan yang lebih erat di antara berbagai unsur organisasi.

 

“Semoga ini menjadi semangat untuk kita tetap ngaji, mengaji dan mencerahkan,” katanya.

 

Ia berharap keluarga besar Muhammadiyah Kota Surakarta dapat menjadikan kegiatan pengajian sebagai ruang untuk bersilaturahmi, saling menguatkan, serta mencari ilmu sebagai bekal kehidupan.

 

“Insyaallah warga Muhammadiyah, Aisyiyah, semua keluarga besar Muhammadiyah Kota Surakarta bisa menjadikan tempat wadah untuk bersilaturahim, untuk saling asah, asih, asuh dan untuk tempat mencari ilmu,” tutur Sukidi.

 

IMM Soroti Wawasan Kebangsaan

 

Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta periode 2026–2027, Ahmad Farras Musayyaf, mengapresiasi pelaksanaan pengajian tersebut.

 

Mahasiswa S2 Farmasi UMS itu menilai materi yang disampaikan KH Tafsir relevan dengan momentum bulan kemerdekaan Indonesia.

 

Menurut Farras, salah satu gagasan penting yang disampaikan dalam pengajian adalah wawasan kebangsaan.

 

“Beliau menyampaikan soal gagasan wawasan kebangsaan yang sangat bisa kita maknai bersama, beriringan juga dengan bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-81,” kata Farras.

 

Bagi IMM Kota Surakarta, wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman dan keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

 

Farras berharap refleksi kemerdekaan melalui pengajian tersebut dapat mendorong masyarakat untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

 

“Harapannya memang Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik, negara yang bisa mewadahi masyarakatnya agar sama-sama berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

 

Konsolidasi Keluarga Besar Muhammadiyah

 

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai unsur memperlihatkan pengajian Hari Muhammadiyah sebagai momentum konsolidasi keluarga besar Muhammadiyah Kota Surakarta.

 

Forum tersebut mempertemukan unsur pimpinan, Ortom, lembaga pendidikan, rumah sakit, cabang, ranting, serta Aisyiyah dalam satu ruang untuk memperkuat silaturahmi dan wawasan.

 

PDM Kota Surakarta berharap tradisi pengajian dan penguatan keilmuan dapat terus berkembang di tengah dinamika masyarakat.

 

Dengan menghadirkan tokoh Muhammadiyah sekaligus mempertemukan berbagai generasi, Pengajian Spesial Hari Muhammadiyah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kaderisasi, memperluas wawasan kebangsaan, dan meneguhkan semangat dakwah Muhammadiyah dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!