SOLO, MENARA62.COM — Puluhan dokter mendaftar Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dari jumlah tersebut, empat dokter terpilih menjadi mahasiswa angkatan pertama program spesialis yang baru dibuka pada Februari 2026.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE, Dipl. STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV, mengatakan empat mahasiswa tersebut berasal dari berbagai fakultas kedokteran di Indonesia.
Jumlah mahasiswa yang diterima itu, kata Flora, sesuai dengan kuota yang telah disepakati FK UMS bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Kuotanya 2-5 mahasiswa. Alhamdulillah kita bisa menerima empat mahasiswa baru dari puluhan dokter yang mendaftar di UMS. Keempat mahasiswa baru ini merupakan alumni dari berbagai FK di Indonesia,” ujar Flora saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).
Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer Program Spesialis atau Sp.KKLP merupakan program spesialis pertama yang dimiliki FK UMS.
Program tersebut resmi dibuka pada Februari 2026 sebagai bagian dari komitmen UMS mendukung pemenuhan sekaligus pemerataan dokter spesialis di Indonesia.
Perkuat Layanan Kesehatan Tingkat Pertama
Kehadiran PPDS Sp.KKLP juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Flora menjelaskan, lulusan program tersebut diproyeksikan memiliki kemampuan menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat sejak berada di layanan primer. Dengan begitu, pasien tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit apabila masalah kesehatannya masih dapat ditangani di tingkat pertama.
“PPDS Sp.KKLP adalah program yang seksi karena Kedokteran Keluarga Layanan Primer akan bekerja di faskes primer. Dokter harus bisa menyelesaikan masalah sejak faskes yang paling awal tanpa harus dirujuk ke fasilitas atas,” kata Flora.
Kebutuhan terhadap dokter spesialis di Indonesia masih menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan. Data Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia kekurangan sekitar 55.712 dokter spesialis yang tersebar di 481 kabupaten/kota.
Kekurangan tersebut terutama terjadi di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Pemerintah kemudian mendorong berbagai strategi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, termasuk melalui percepatan pembukaan program PPDS di sejumlah fakultas kedokteran.
Dalam konteks tersebut, PPDS Sp.KKLP UMS diharapkan ikut mengambil peran dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada layanan primer dan kedokteran keluarga.
Program Spesialis Pertama FK UMS
Sebagai program spesialis pertama di FK UMS, PPDS Sp.KKLP dinilai memiliki keterkaitan erat dengan visi dan misi fakultas yang berorientasi pada kedokteran keluarga.
Flora optimistis dukungan tenaga pengajar FK UMS yang kompeten di bidangnya dapat menjadi fondasi bagi penyelenggaraan pendidikan spesialis tersebut.
Menurut dia, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menguasai kompetensi klinis, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan di tingkat primer.
“Insyaallah kami optimis. Mohon doa restunya semoga PPDS Sp.KKLP UMS bisa menjadi program spesialis paling keren di Indonesia,” tandas Flora. (*)

