31.9 C
Jakarta

Abdul Mu’ti Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM

Baca Juga:

MEDAN, MENARA62.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengukuhkan Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail, sebagai Canselor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) periode 2026–2031.

 

Pengukuhan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Senin (14/9/2026). Prosesi dipimpin Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

 

Pengangkatan Tuanku Syed Faizuddin Putra menjadi tonggak penting bagi UMAM yang hadir sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Malaysia. Momentum tersebut sekaligus memperkuat jejaring pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia.

 

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengatakan pengukuhan tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah terbangun antara Muhammadiyah dan Kerajaan Perlis. Dukungan Kerajaan Perlis disebut turut berperan dalam perjalanan pendirian UMAM.

 

“Pemasyhuran hari ini merupakan kesinambungan hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Semua ini lahir dari ikhtiar, kesabaran, dan kerja panjang,” ujar Abdul Mu’ti.

 

UMAM Jadi Jembatan Indonesia-Malaysia

 

Abdul Mu’ti berharap UMAM tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga memainkan peran dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia.

 

Menurut dia, UMAM memiliki posisi strategis karena lahir dari kedekatan sejarah dan hubungan masyarakat kedua negara.

 

“UMAM lahir dari dua bangsa yang memiliki sejarah dekat. Kami berharap UMAM menjadi jembatan ilmu antara Indonesia dan Malaysia,” katanya.

 

Ia menegaskan, internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah tidak semata-mata berkaitan dengan perluasan kelembagaan ke luar negeri. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut membangun peradaban.

 

“Universitas dibangun oleh manusia-manusia yang percaya kepada cita-cita. Apa yang dilakukan UMAM bukan hanya pekerjaan pengurusan, tetapi kerja peradaban,” tegasnya.

 

Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi. Karena itu, kemajuan akademik dan kelembagaan UMAM diharapkan berjalan beriringan dengan kontribusi sosial.

 

Raja Muda Perlis Terima Amanah

 

Tuanku Syed Faizuddin Putra menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah, pengelola UMAM, UMSU, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

 

Sebagai Canselor pertama UMAM, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas akademik, integritas penelitian, kesejahteraan mahasiswa, serta pembangunan karakter.

 

Ia juga menyampaikan pandangan bahwa kemajuan sebuah universitas tidak semata-mata diukur dari jumlah mahasiswa, program studi, maupun capaian kelembagaan. Kualitas lulusan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari ukuran kemajuan perguruan tinggi.

 

Dalam konteks hubungan Indonesia-Malaysia, Tuanku Syed Faizuddin Putra berharap UMAM dapat menjadi kekuatan persahabatan kedua negara melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring antarmanusia.

 

UMSU Punya Ikatan Khusus

 

UMSU dipilih sebagai lokasi pengukuhan karena memiliki hubungan khusus dengan Raja Muda Perlis. Pada 2025, Tuanku Syed Faizuddin Putra menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) bidang Ilmu Hukum dari UMSU.

 

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menyebut momentum tersebut sebagai kehormatan sekaligus bagian dari penguatan internasionalisasi Muhammadiyah di bidang pendidikan.

 

Pengukuhan Canselor UMAM juga dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah, sivitas akademika UMSU dan UMAM, pejabat Kerajaan Perlis, serta perwakilan diplomatik Indonesia dan Malaysia.

 

Naib Canselor UMAM Dr. H. Saidul Amin, M.A. menegaskan bahwa kehadiran UMAM merupakan salah satu wujud internasionalisasi Muhammadiyah. Universitas tersebut membawa gagasan Islam Berkemajuan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Malaysia.

 

Dengan pengukuhan Tuanku Syed Faizuddin Putra sebagai Canselor periode 2026–2031, UMAM memasuki babak baru pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat internasional. Kepemimpinan tersebut diharapkan memperkuat kerja sama pendidikan sekaligus memperluas jejaring akademik Indonesia-Malaysia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!