32.7 C
Jakarta

Teknik Sipil UMS Raih Juara 3 CIVICO 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Tim DED-CUBE berhasil meraih Juara 3 VISIONEER Vocational Building Design Competition (CIVICO) 2026 di Universitas Negeri Malang, Jumat (11/9/2026).

 

Tim yang beranggotakan Afif Daffa Brillian, Khoirul Amin Rizeki, dan Hanif Nasrullah itu mengusung gagasan desain gedung kuliah vokasi hijau. Konsep tersebut tidak sekadar menitikberatkan pada penghematan energi dan air, tetapi juga menjadikan bangunan sebagai media pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

 

Gagasan tersebut dituangkan dalam poster Vocational Building Design dan dipresentasikan pada babak final kompetisi. Dalam proses persiapannya, tim DED-CUBE mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Ir. Muchlis Abri Putra, S.T., M.M.T., IPM, ASEAN Eng.

 

Muchlis mengatakan, inovasi yang ditawarkan tim berangkat dari pemikiran bahwa penerapan konsep bangunan hijau pada gedung vokasi tidak cukup hanya diukur dari aspek efisiensi energi dan air.

 

Menurut dia, bangunan juga dapat dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dari sistem dan teknologi yang diterapkan di dalamnya.

 

“Inovasi utamanya adalah gagasan bahwa gedung kuliah vokasi yang hijau tidak boleh berhenti hanya pada hemat energi dan hemat air, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di dalamnya,” ujar Muchlis, Jumat (18/9/2026).

 

Konsep tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan recycled water untuk mendukung efisiensi penggunaan air. Sementara dari sisi energi, tim menerapkan strategi active design dan passive design.

 

Rancangan itu juga menghasilkan nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) yang lebih baik dari standar yang disyaratkan. Dengan pendekatan tersebut, gedung tidak hanya diposisikan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas perkuliahan, tetapi sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami penerapan teknologi bangunan hijau secara nyata.

 

Dalami Arsitektur hingga Energi Bangunan

 

Di balik capaian tersebut, tim DED-CUBE menghadapi tantangan selama proses persiapan hingga kompetisi. Salah satunya adalah membagi waktu sekaligus memperluas penguasaan ilmu yang dibutuhkan dalam perancangan.

 

Khoirul Amin Rizeki mengatakan, kompetisi tersebut menuntut tim mempelajari sejumlah bidang di luar ilmu struktur yang selama ini menjadi bagian utama pembelajaran Teknik Sipil.

 

Tim, kata dia, harus memperdalam aspek arsitektur, termasuk pemetaan pencahayaan, Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP), hingga energi bangunan.

 

“Ketersediaan perangkat yang memadai juga menjadi tantangan karena proses perancangan membutuhkan analisis dan pemetaan desain hingga mempertimbangkan aspek efisiensi, kemudahan realisasi, serta pemeliharaan bangunan dalam jangka panjang,” kata Khoirul.

 

Proses tersebut membuat perjalanan tim berlangsung cukup panjang. Mulai dari riset awal, pemetaan tapak, simulasi teknis, penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED), hingga presentasi pada babak final.

 

Menurut Khoirul, pengalaman mengikuti CIVICO 2026 memberikan pelajaran penting bagi tim. Karya yang dihasilkan tidak hanya dituntut menarik secara visual, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan keberlanjutan.

 

“Pengalaman ini sangat mengesankan, menantang, sekaligus membanggakan. Perjalanan dari tahap riset awal, pemetaan tapak, simulasi teknis, penyusunan berkas Detail Engineering Design (DED), hingga tahap presentasi final menguji daya tahan, komunikasi, dan soliditas tim kami,” ujarnya.

 

Dorong Mahasiswa Berani Berkompetisi

 

Muchlis menilai keberhasilan tim tidak terlepas dari keberanian mahasiswa untuk mencoba kompetisi, mengembangkan gagasan kreatif, serta mengerjakannya secara serius.

 

Ia berharap capaian DED-CUBE dapat mendorong lebih banyak mahasiswa UMS untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Kuncinya adalah keberanian untuk berkompetisi, ide yang kreatif, dan mengerjakannya dengan sepenuh hati. Harapannya, semakin banyak mahasiswa UMS yang berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengibarkan bendera almamater UMS di podium juara,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!