BOYOLALI, MENARA62 COM — Sebanyak 104 siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono mengikuti Program Pembelajaran Lapangan (PPL) 1 di Kabupaten Klaten, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang mengisi jeda Assessment Tengah Semester (ATS) itu mengajak siswa belajar langsung dari ekosistem produksi gerabah hingga menikmati suasana alam.
PPL 1 dikemas dengan konsep belajar, bermain, berkreasi, dan berekreasi. Dua lokasi di wilayah Klaten menjadi tempat siswa memperoleh pengalaman belajar di luar kelas.
Lokasi pertama adalah sentra gerabah Desa Pagerjurang, Kecamatan Bayat. Di sentra kerajinan tersebut, siswa mengenal secara langsung proses produksi gerabah dari hulu hingga hilir.
Mulai dari bagaimana tanah liat diperoleh, proses penggilingan bahan, pembentukan gerabah, hingga pembakaran dipelajari siswa melalui pengamatan langsung.
Pengalaman tersebut membuat siswa tidak hanya mengenal gerabah sebagai produk kerajinan, tetapi juga memahami bahwa sebuah produk membutuhkan keterampilan, kreativitas, ketekunan, dan proses yang panjang.
Siswa juga berkesempatan melihat kehidupan masyarakat perajin sekaligus mengenal aktivitas kewirausahaan yang berkembang dari potensi lokal desa.
Ketua Panitia PPL 1, Ranita Cindi Diah Rahmawati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar rekreasi. PPL menjadi ruang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas.
“Kegiatan PPL ini tidak hanya kami maksudkan piknik saja. Lebih dari itu, banyak kegiatan positif di dalamnya. Anak-anak belajar hal baru, berkreasi, serta melihat bagaimana dunia wirausaha bekerja,” ujarnya.
Belajar Sekaligus Bermain di Alam
Setelah menyelesaikan pembelajaran di sentra gerabah Pagerjurang, rombongan siswa melanjutkan kegiatan ke Pancingan 100, Jatinom, Klaten.
Di lokasi tersebut, siswa mendapatkan kesempatan bermain dan berenang. Aktivitas itu menjadi sarana bagi siswa untuk melepas penat setelah mengikuti rangkaian pembelajaran.
Panitia memandang aktivitas bermain air tetap memiliki nilai pembelajaran karena memberikan ruang bagi anak untuk bergerak, bermain, berinteraksi, sekaligus menikmati lingkungan alam.
“Anak-anak adalah manusia yang memiliki rasa ingin tahu dan menginginkan tantangan. Selain membekali siswa dengan inovasi, kami bermaksud agar anak bisa merefresh pikiran dan tubuhnya di air segar yang mengalir dari umbul terbaik,” kata Silvianita.
Selama kegiatan, para siswa didampingi enam wali kelas 3 SD Muhammadiyah PK Banyudono, yakni Krisna Setiawan, Ranita Cindi Diah Rahmawati, Kirana Sekha, Silvianita Cahyaningrum, Fatia Nur Istiqomah, dan Iftor.
Para wali kelas mendampingi siswa sejak proses pembelajaran di sentra gerabah, aktivitas eksplorasi di lokasi, hingga kegiatan bermain dan berenang.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan. PPL 1 menjadi pengalaman yang berbeda karena siswa dapat belajar secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.
Selain memperoleh pengetahuan baru, siswa mendapat kesempatan berinteraksi, bekerja sama, berkreasi, bermain, serta menikmati pembelajaran dalam suasana di luar kelas.
Potensi Lokal Jadi Sumber Belajar
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menegaskan pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas.
Menurut dia, lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang kaya apabila dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas.
Melalui PPL 1, siswa diajak melihat bahwa setiap daerah memiliki potensi yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Potensi tanah liat di Pagerjurang, misalnya, dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kreativitas, keterampilan, ketekunan, budaya lokal, hingga kewirausahaan.
Pembelajaran lapangan tersebut diharapkan membuat siswa semakin mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Dari desa, siswa belajar mengenali potensi lokal. Dari proses pembuatan gerabah, mereka belajar tentang ketekunan dan kreativitas. Sementara melalui aktivitas bermain, siswa memperoleh ruang untuk bergerak dan menikmati kebersamaan.
PPL 1 kelas 3 SD Muhammadiyah PK Banyudono pun menjadi pengalaman belajar yang memadukan pengetahuan, kreativitas, interaksi sosial, dan kegembiraan dalam satu rangkaian kegiatan. (*)

