SOLO, MENARA62.COM — Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ berhasil menorehkan prestasi pada ajang Nusantara Creative Competition 3 (NESCO 3) di Universitas Udayana, Bali.
Dalam kompetisi ilmiah yang berlangsung 19–21 September 2026 itu, dua tim UMS meraih medali pada cabang lomba esai. Tim Juarabareng.id membawa pulang medali silver atau perak, sedangkan Tim Nirwana meraih medali bronze atau perunggu.
Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif yang mengangkat isu pengembangan talenta muda, kolaborasi digital, teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga kesehatan mental.
Juarabareng.id Ubah Kompetisi Jadi Kolaborasi
Medali perak diraih Tim Juarabareng.id yang beranggotakan empat mahasiswa dari lintas disiplin ilmu. Mereka adalah Wahyu Muhammad Raffi, Aisyah Wandya Istighfarida, Sasta Ardhia Rachmadina, dan Nazwa Rinu Rajani.
Dua anggota tim berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sedangkan dua lainnya merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UMS.
Tim tersebut mengusung esai berjudul “Juarabareng.Id: Ubah Kompetisi Individual Menjadi Kolaborasi Juara (Inovasi Ekosistem Digital Mengakselerasi Talenta Muda demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045)”.
Gagasan itu menawarkan ekosistem jejaring digital yang mendorong mahasiswa mengubah pola kompetisi individual menjadi kolaborasi yang lebih terbuka dan inklusif.
Tim Nirwana Angkat AI untuk Wellness Tourism
Sementara itu, medali perunggu diraih Tim Nirwana yang terdiri atas tiga mahasiswa FEB UMS, yakni Muhammad Wahyu Jati, Avista Fortuna Dewi, dan Muh. Salma Novelino.
Mereka menghadirkan gagasan bertajuk “Nirwana: Smart Wellness Tourism AI-Personalized Journey for Mental Well-Being (Travel for Healing, Journey for Peace)”.
Karya tersebut memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan potensi kekayaan alam Nusantara untuk menciptakan pengalaman wellness tourism yang lebih personal.
Konsep itu diarahkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang tidak sekadar bersifat rekreatif, tetapi juga mendukung aspek kesehatan mental dan kesejahteraan penggunanya.
Salah satu anggota Tim Nirwana, Muhammad Wahyu Jati, mengatakan NESCO 3 menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan tim. Terlebih, dalam kompetisi tersebut ia mendampingi sejumlah anggota baru yang sebelumnya belum pernah mengikuti perlombaan tingkat nasional.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman awal yang sangat berarti bagi saya karena membawa beberapa anggota baru yang belum pernah sama sekali mengikuti lomba. Walaupun baru pertama kali, mereka terbukti memiliki potensi yang sangat bagus dan mampu bersaing hingga meraih juara,” ujar Wahyu, Selasa (29/9/2026).
Dorong Mahasiswa Berani Ikut Kompetisi
Wahyu juga menyoroti anggapan sebagian mahasiswa bahwa kompetisi hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berpengalaman atau sering meraih juara.
Menurut dia, anggapan tersebut justru dapat membuat mahasiswa yang memiliki potensi enggan mencoba.
“Sangat disayangkan banyak mahasiswa kampus yang sebenarnya mampu dan punya potensi seperti kami, tetapi terkendala karena merasa orang yang ikut lomba hanyalah orang yang sudah biasa menang,” katanya.
Karena itu, ia berharap pengalaman mengikuti NESCO 3 dapat dibagikan kepada mahasiswa lain sehingga semakin banyak mahasiswa UMS yang berani mengikuti kompetisi.
“Harapan saya setelah mengikuti lomba ini, saya ingin membagikan apa yang sudah saya dapatkan terkait perlombaan agar rekan-rekan mahasiswa lainnya juga tergerak dan bisa merasakan pengalaman berprestasi,” ujar Wahyu.
Kompetisi NESCO 3 di Universitas Udayana berlangsung melalui sejumlah tahapan seleksi. Penilaian mencakup gagasan ilmiah, kebaruan inovasi, hingga kemampuan peserta mempresentasikan karya di hadapan dewan juri.
Raihan medali perak dan perunggu tersebut menunjukkan kiprah mahasiswa UMS dalam mengembangkan gagasan inovatif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin.
Capaian ini juga menjadi bagian dari upaya UMS mendorong pengembangan talenta mahasiswa melalui riset, kreativitas, inovasi, dan partisipasi dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. (*)
