SOLO, MENARA62.COM – Memilih jurusan kuliah bukan sekadar soal menentukan program studi. Minat, potensi, prospek karier hingga kemampuan pembiayaan menjadi pertimbangan penting calon mahasiswa sebelum menentukan masa depan akademiknya.
Kebutuhan itu coba dijawab Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dalam International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026. Tak hanya menawarkan informasi program studi dan beasiswa, FAI UMS menghadirkan pengalaman Virtual Reality (VR) untuk memberikan gambaran pendidikan Islam yang lebih interaktif.
IIEF 2026 berlangsung pada 3-5 Oktober 2026 di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Surakarta. FAI UMS membuka layanan di Stand AAF58 dan AF59, tepat di area samping panggung utama.
Dekan FAI UMS, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., mengatakan kehadiran FAI UMS dalam pameran pendidikan tersebut tidak sebatas memperkenalkan program akademik.
“Kehadiran FAI UMS di IIEF 2026 bukan sekadar memperkenalkan program studi, tetapi membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat masa depan pendidikan Islam,” kata Mohamad Ali, Ahad (4/10/2026).
Menurut dia, calon mahasiswa perlu mendapatkan pendidikan yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan keislaman, tetapi juga relevan dengan perkembangan teknologi, dunia profesional, dan kebutuhan masyarakat global.
Tawarkan Program Studi hingga Jenjang Doktor
FAI UMS menyediakan pilihan pendidikan mulai jenjang sarjana, magister hingga doktor. Pengunjung IIEF 2026 dapat berkonsultasi mengenai Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang S1, S2, dan S3.
Selain itu, tersedia Program Studi Hukum Ekonomi Syariah jenjang S1 dan S2 serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir jenjang S1 dan S2.
Pilihan tersebut menyasar berbagai kelompok. Lulusan sekolah menengah dapat mengeksplorasi pilihan studi jenjang sarjana, sedangkan guru, kader Muhammadiyah, praktisi pendidikan, dan lulusan perguruan tinggi dapat mempertimbangkan pendidikan magister untuk meningkatkan kompetensi.
“Program Doktor Pendidikan Agama Islam memberikan ruang bagi akademisi dan peneliti untuk mengembangkan kajian pendidikan Islam pada tingkat yang lebih mendalam,” ujar Mohamad Ali.
Pengunjung Bisa Coba VR Haji
Yang menarik, FAI UMS membawa teknologi VR ke tengah pameran pendidikan. Pengunjung dapat mencoba VR Haji untuk memperoleh pengalaman visual interaktif mengenai suasana dan konteks pelaksanaan ibadah haji melalui lingkungan virtual.
Pengunjung juga dapat menjelajahi lingkungan UMS melalui VR UMS. Teknologi tersebut memungkinkan calon mahasiswa mengenal atmosfer kampus secara virtual.
Mohamad Ali mengatakan penggunaan VR sekaligus menjadi cara FAI UMS mengenalkan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
“Teknologi tidak hanya menjadi daya tarik pameran, tetapi juga dikenalkan sebagai bagian dari perkembangan media pendidikan bagi generasi digital,” katanya.
FAI UMS juga menyediakan layanan cek kecenderungan minat studi bagi calon mahasiswa yang masih bingung menentukan jurusan. Hasil eksplorasi tersebut dapat menjadi bahan diskusi bersama tim FAI UMS untuk memahami karakteristik program studi dan arah pengembangan akademik.
Beasiswa Jadi Daya Tarik
Selain program studi dan teknologi, aspek pembiayaan pendidikan menjadi salah satu layanan yang ditawarkan FAI UMS di IIEF 2026.
Untuk jenjang S1, tersedia informasi mengenai Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan (BKHAD), Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah (BTUM)/Kader Muhammadiyah, Beasiswa Unggulan (BU), Beasiswa Prestasi (BP), Beasiswa Pondok Shabran UMS, dan Beasiswa Lazismu.
Sementara itu, mahasiswa jenjang S2 dapat memperoleh informasi mengenai Beasiswa Fresh Graduate dan Beasiswa Kader Muhammadiyah.
Pengunjung dapat berkonsultasi langsung mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, cakupan program hingga ketentuan masing-masing beasiswa.
Tak hanya itu, FAI UMS juga menyediakan voucher diskon 100 persen biaya pendaftaran mahasiswa baru S1 untuk tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam, Hukum Ekonomi Syariah, serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Berdasarkan ketentuan voucher, fasilitas tersebut dapat digunakan secara offline pada 31 Oktober 2026. Diskon tersebut berlaku untuk biaya pendaftaran, bukan biaya pendidikan atau uang kuliah.
Pendidikan Islam Berpadu Teknologi
Mohamad Ali menilai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam menjadi kebutuhan di tengah karakter generasi digital. Menurut dia, teknologi dapat memperkaya pembelajaran sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Namun, perkembangan teknologi tetap perlu berjalan beriringan dengan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
“FAI UMS tetap menempatkan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi, disertai penguatan kompetensi akademik, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap FAI UMS dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi Muslim yang memiliki kemampuan akademik, kuat dalam nilai keislaman, adaptif terhadap perubahan, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“IIEF 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal langsung berbagai peluang studi dan beasiswa yang kami sediakan,” tandasnya. (*)

