30.5 C
Jakarta

Atlet Jawa Tengah Nurisa Raih Emas Asian Games, Ketua PERPANI Surakarta Ikut Bangga

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Nama Jawa Tengah kembali berkibar di panggung olahraga Asia. Atlet panahan asal Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mencatat sejarah dengan meraih medali emas pada nomor Compound Women Individual Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

 

Nurisa memastikan emas setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, pada partai final dengan skor 139-137. Duel tersebut berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Prefektur Aichi, Kamis (1/10/2026).

 

Prestasi tersebut menjadi catatan bersejarah bagi panahan Indonesia. Emas yang diraih Nurisa tercatat sebagai medali emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games sejak 1978.

 

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kota Surakarta, Pungki Indarto, menyambut prestasi tersebut dengan penuh kebanggaan. Ia menilai keberhasilan Nurisa bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga momentum penting bagi perkembangan panahan Indonesia.

 

“Kami segenap keluarga besar PERPANI Kota Surakarta mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nurisa Dian Ashrifah atas keberhasilannya meraih medali emas Asian Games 2026. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan sekaligus sejarah baru bagi panahan Indonesia,” ujar Pungki.

 

Menurut dia, keberhasilan Nurisa menunjukkan bahwa atlet dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di level Asia. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti pentingnya pembinaan atlet secara konsisten dan berjenjang.

 

Pungki menilai emas Asian Games tidak lahir dari proses instan. Di balik pencapaian tersebut terdapat kerja keras atlet, pelatih, program pembinaan, kedisiplinan, mental bertanding, serta pengalaman mengikuti berbagai kompetisi.

 

Rekam Jejak Nurisa

 

Nurisa yang lahir di Semarang, 30 November 2005, merupakan salah satu atlet muda potensial Indonesia. Kiprahnya di dunia panahan telah terlihat dalam sejumlah kompetisi nasional dan internasional.

 

Pada PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024, Nurisa menyumbangkan medali perak untuk Jawa Tengah. Setahun kemudian, ia meraih medali emas pada POMNAS XIX 2025.

 

Prestasinya berlanjut di SEA Games ke-33 Thailand 2025. Nurisa sukses membawa pulang dua medali emas, masing-masing dari nomor Women’s Compound Individual dan Women’s Compound Team. Ia juga meraih medali perunggu pada nomor Mixed Team.

 

“Jika melihat perjalanan prestasinya, Nurisa merupakan contoh atlet yang berkembang melalui proses pembinaan dan kompetisi secara berjenjang. Keberhasilannya meraih medali emas di Asian Games tentu menjadi bukti bahwa atlet-atlet Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional,” kata Pungki.

 

Jadi Inspirasi Atlet Muda Surakarta

 

Pungki berharap keberhasilan Nurisa dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet panahan di Kota Surakarta, terutama generasi muda yang tengah menjalani proses pembinaan.

 

Menurut dia, capaian tersebut dapat menjadi motivasi agar atlet muda tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi juga membangun kedisiplinan, mental bertanding, dan keberanian memasang target lebih tinggi.

 

“Kami berharap keberhasilan Nurisa dapat memacu semangat atlet-atlet panahan di Surakarta untuk terus berlatih dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.

 

Ia juga berharap semakin banyak atlet dari Surakarta yang mampu mengikuti jejak Nurisa dan tampil di kompetisi nasional maupun internasional.

 

Namun, Pungki menegaskan bahwa lahirnya atlet berprestasi membutuhkan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Sinergi antara organisasi olahraga, pelatih, pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, orang tua, dan masyarakat dinilai penting untuk mendukung perjalanan atlet sejak usia dini.

 

Pembinaan tersebut mencakup pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pemberian kesempatan bertanding secara rutin.

 

“Prestasi ini hendaknya tidak hanya dirayakan sebagai sebuah keberhasilan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” tutur Pungki.

 

Ia berharap prestasi Nurisa menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan panahan di Jawa Tengah, termasuk Kota Surakarta, sehingga semakin banyak atlet muda mendapatkan ruang untuk berkembang dan berprestasi.

 

“Selamat kepada Nurisa Dian Ashrifah, para pelatih, ofisial, dan seluruh tim panahan Indonesia. Semoga prestasi bersejarah ini menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar pada kejuaraan internasional berikutnya, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028. Teruslah berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!