32.5 C
Jakarta

Pura Mangkunegaran Jadi Panggung Archfest 2026, Arsitektur Solo Berkolaborasi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pura Mangkunegaran tak sekadar menjadi ruang heritage. Pada Archfest 2026, kawasan bersejarah di Kota Solo itu berubah menjadi ruang perjumpaan mahasiswa, akademisi, arsitek muda, hingga praktisi untuk berbagi gagasan dan membaca masa depan arsitektur.

 

Gelaran arsitektur tahunan yang memasuki penyelenggaraan ketiga tersebut menjadi ruang kolaborasi dunia arsitektur Solo Raya. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id turut menjadi salah satu penggerak melalui sinergi tiga elemen, yakni Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr).

 

Archfest 2026 berlangsung di kawasan cagar budaya Pura Mangkunegaran pada 25–27 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai elemen arsitektur, mulai dari mahasiswa S1 Arsitektur, mahasiswa PPAr, akademisi, arsitek muda, hingga profesional se-Solo Raya.

 

Perwakilan Panitia Archfest 2026, Dr. Ar. Ir. Qomarun, ASEAN Eng, IAI, IPM, M.M., mengatakan Archfest terus berkembang sejak pertama kali digelar. Jika sebelumnya kegiatan berlangsung di pusat perbelanjaan seperti Solo Square dan Paragon Mall, tahun ini Archfest menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengambil ruang heritage Pura Mangkunegaran.

 

“Archfest adalah perayaan arsitektur setahun sekali di Kota Solo. Gelaran ketiga ini menjadi istimewa karena merupakan hasil sinergi tiga entitas, yaitu Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr),” kata Qomarun, Rabu (7/10/2026).

 

Menurut dia, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi berkembang menjadi ekosistem kolaborasi arsitektur yang berkelanjutan.

 

Dalam Archfest 2026, peserta juga mendapat kesempatan mengenal beragam karya arsitektur melalui sesi presentasi. Karya yang dipaparkan mencakup proyek arsitek profesional hingga rancangan mahasiswa.

 

Salah satunya adalah studi rancangan Wisma 58 di kawasan Penumping, Solo, yang mencakup fasilitas gedung konvensi, hotel, dan kafe. Selain itu, turut dipresentasikan pengkajian desain homestay di kawasan Mantrijeron, Yogyakarta.

 

Kepala Program Studi Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T., M.T., menilai Archfest 2026 menjadi ruang penting untuk mempertemukan dunia pendidikan arsitektur dengan praktik profesional.

 

“ArchFest 2026 merupakan ruang kolaborasi yang sangat positif bagi dunia arsitektur, khususnya di Kota Solo. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, arsitek muda, dan para profesional untuk bersama-sama berbagi gagasan, karya, dan pengalaman,” ujarnya.

 

Ia mengatakan Prodi Arsitektur UMS mendukung penyelenggaraan Archfest sebagai ruang bertemunya perguruan tinggi, komunitas, profesional, dan masyarakat.

 

Nur Rahmawati berharap Archfest ke depan berkembang menjadi forum kolaborasi yang lebih luas dan inovatif, sekaligus ikut memperkenalkan kekayaan arsitektur serta heritage Kota Solo.

 

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam agenda architour yang digelar pada Minggu. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak menyusuri kawasan Pura Mangkunegaran yang memiliki luasan sekitar 500×500 meter persegi sembari mengenali karakter arsitektur historis yang ada di dalamnya.

 

Architour memperluas makna Archfest. Arsitektur tidak hanya dibicarakan sebagai ranah akademik atau profesi, tetapi juga dihadirkan sebagai pengalaman masyarakat untuk memahami sejarah, budaya, dan identitas sebuah kota.

 

Secara keseluruhan, Archfest 2026 menghadirkan tiga agenda utama, yakni pameran karya arsitektur, talkshow dan presentasi proyek, serta architour yang terbuka untuk masyarakat umum.

 

“Semoga ArchFest terus menjadi ruang bersama untuk belajar, berkarya, dan merayakan arsitektur,” pungkas Nur Rahmawati. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!