32.5 C
Jakarta

Gandeng Dosen FKIP UMS, SMA Muhammadiyah PK Boyolali Latih Kebugaran Siswa

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Boyolali yang berada di lingkungan Ponpes Muhammadiyah Manafiul ’Ulum Sambi memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya kebugaran jasmani melalui pelatihan berbasis usia.

 

Kegiatan pengabdian dan pelatihan kebugaran jasmani tersebut menggandeng Dr. Imron Saputro, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Jasmani (Penjas) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (7/10/2026).

 

Pelatihan yang berlangsung pukul 07.30-10.30 WIB itu diikuti siswa kelas X dan XI. Materi pelatihan menitikberatkan pada peningkatan kemampuan dan pengetahuan mengenai kebugaran jasmani bagi remaja usia 16-17 tahun.

 

Sejak awal hingga akhir kegiatan, para siswa mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka tampak bersemangat memahami sekaligus mempraktikkan materi yang diberikan.

 

Dr. Imron Saputro mengatakan, kebugaran jasmani merupakan salah satu bentuk upaya menjaga kesehatan diri. Menurutnya, kesehatan merupakan amanah yang harus dirawat dan dijaga.

 

“Kebugaran jasmani yang optimal akan berdampak pada tingkat mobilitas dan aktivitas siswa sehingga menjadi lebih baik,” ujar Imron dalam kegiatan tersebut.

 

Ia menekankan bahwa kondisi fisik yang bugar menjadi salah satu modal penting bagi remaja untuk menjalankan berbagai aktivitas, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.

 

“Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat,” katanya.

 

Menurut Imron, pengenalan kebugaran jasmani sejak usia remaja juga penting agar siswa memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi fisiknya secara berkelanjutan.

 

Sementara itu, Arief Samudiyanto, S.E., S.Pd., menilai kegiatan pelatihan kebugaran jasmani seperti ini perlu dilakukan secara rutin.

 

Ia berharap pelaksanaan kegiatan secara berkala dapat membantu sekolah memperoleh data mengenai tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Muhammadiyah PK Boyolali.

 

“Pelatihan seperti ini hendaknya bisa dilakukan secara rutin untuk mendapatkan data kebugaran jasmani para siswa,” ujarnya.

 

Kepala SMA Muhammadiyah PK Boyolali, Ari Rosmawati, S.Pd., memberikan apresiasi atas pendampingan dan pelatihan yang diberikan Dr. Imron Saputro bersama FKIP Penjas UMS.

 

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus dikembangkan secara berkesinambungan.

 

Ari menilai kesinambungan kerja sama penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun silaturahmi antara SMA Muhammadiyah PK Boyolali dan FKIP Penjas UMS.

 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dr. Imron Saputro dan FKIP Penjas UMS. Kami berharap kerja sama ini terus dilakukan secara berkesinambungan agar komunikasi dan silaturahmi antara SMA Muhammadiyah PK Boyolali dan FKIP Penjas UMS semakin erat,” kata Ari.

 

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memahami konsep kebugaran jasmani, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

 

Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah sekolah dalam membangun budaya hidup aktif dan sehat di kalangan siswa usia remaja. (AS/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!