25.6 C
Jakarta

ABK Kapal World Dream akan Dijemput di Pulau Durian

Must read

PWI Pusat Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020

JAKARTA - Menara62.com - Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan...

Tidak Ada Keraguan di Dalamnya

‎“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi ‎mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 2)‎ Berpagi-pagi Al-Qur’an menegaskan tentang siapa dirinya. Tidak ada ‎keraguan padanya....

Harus Paham Paradigma Birokrasi Modern dan Era Digital, 1.600 CPNS Jalani Pelatihan

Jakarta . Menara62.com - Sebanyak 1600 calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengikuti pelatihan kompetensi dasar yang digelar oleh Kementarian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM)....

Menakar Posisi Strategis Kepala Desa

Oleh: Ashari, SIP* Hajatan Pilurdes (Pilihan Lurah Desa) kini menjadi Pilkades (Pilihan Kepala Des) di beberapa daerah sedang berjalan, namun ada juga yang sudah berakhir....

JAKARTA, MENARA62.COM  – Pemerintah Indonesia memutuskan akan menjemput 188 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kapal World Dream pada 26 Februari 2020. Penjemputan dilakukan di Pulau Durian dengan menggunakan kapal KRI Dr Soeharso dan selanjutnya dibawa ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

“188 anak buah kapal (ABK) dari World Dream akan diobservasi di Pulau Sebaru Kecil yang akan diperkuat oleh kapal rumah sakit Dr Soeharso. Estimasi pemindahan 188 anak buah kapal dari kapal ke kapal akan dilakukan 26 Februari jam 10 di Selat Durian,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dikutip dari Antara, Senin (24/2/2020).

Menurut perhitungan, kata Menko PMK, setelah proses pemindahan, para ABK tersebut akan  tiba di Pulau Sebaru Kecil pada 28 Februari sekitar jam 09.00 waktu setempat.

Muhadjir mengatakan pemerintah bertanggung jawab mengamankan observasi ABK itu, baik World Dream yang kini berada di Selat Johor maupun Diamond Princess yang sampai saat ini masih berada di Yokohama, Jepang.

Untuk ABK Diamond Princess, pemerintah masih berkoordinasi dengan pemerintah Jepang untuk masalah tersebut.

Pemerintah akan menangani satu demi satu atas keberadaan WNI di dua kapal tersebut dengan penanganan World Dream akan dilakukan terlebih dulu.

“Penanganan observasi sendiri akan dilakukan seperti WNI dari daratan China di Natuna. Mengenai waktu, misalnya itu 14 hari sejak kedatangan di pulau yang ditetapkan,” kata Menko PMK.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PWI Pusat Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020

JAKARTA - Menara62.com - Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan...

Tidak Ada Keraguan di Dalamnya

‎“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi ‎mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 2)‎ Berpagi-pagi Al-Qur’an menegaskan tentang siapa dirinya. Tidak ada ‎keraguan padanya....

Harus Paham Paradigma Birokrasi Modern dan Era Digital, 1.600 CPNS Jalani Pelatihan

Jakarta . Menara62.com - Sebanyak 1600 calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengikuti pelatihan kompetensi dasar yang digelar oleh Kementarian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM)....

Menakar Posisi Strategis Kepala Desa

Oleh: Ashari, SIP* Hajatan Pilurdes (Pilihan Lurah Desa) kini menjadi Pilkades (Pilihan Kepala Des) di beberapa daerah sedang berjalan, namun ada juga yang sudah berakhir....

Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengukuhkan pengurus Karang Taruna Kabupaten Sleman periode 2020-2025, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (8/8/2020)....