SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Arsitektur (S1) bekerja sama dengan Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf profesional melalui Workshop dan Kuliah Tamu bertema “Arsitektur Biomimikri: Integrasi Desain Pasif untuk Penyejukan Alami Bangunan”. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (13/5) di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS dan dihadiri lebih dari 200 mahasiswa, baik mahasiswa sarjana maupun mahasiswa profesi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang arsitektur dan building science, yakni Ar. Ir. Agung Murti Nugroho, ST., MT., PhD., IAI., IPU. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan wawasan mengenai pengembangan pendekatan biomimikri dalam desain arsitektur pasif guna meningkatkan kenyamanan termal bangunan secara alami dan berkelanjutan.
Kaprodi S1 Arsitektur UMS, Dr. Ir. Nur Rahmawati Syamsiyah, ST., MT., GP., menjelaskan bahwa workshop dan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami perkembangan konsep desain arsitektur berkelanjutan yang semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim, konsumsi energi bangunan, dan isu kenyamanan lingkungan binaan.
“Workshop dan kuliah tamu ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami perkembangan konsep desain arsitektur berkelanjutan yang semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim, konsumsi energi bangunan, dan isu kenyamanan lingkungan binaan,” jelasnya, Senin (18/5).
Kaprodi PPAr UMS, Dr. Ar. Ir. Qomarun, ASEAN Eng, IAI, IPM, M.M., menambahkan bahwa melalui pendekatan biomimikri, arsitektur tidak lagi hanya dipahami sebagai proses membangun ruang, tetapi juga sebagai upaya belajar dari kecerdasan sistem alam dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Tema “Arsitektur Biomimikri: Integrasi Desain Pasif untuk Penyejukan Alami Bangunan” dipilih karena pendekatan desain pasif menjadi salah satu strategi penting dalam menghasilkan bangunan hemat energi, responsif terhadap iklim, serta mampu menciptakan kenyamanan pengguna tanpa ketergantungan berlebihan pada sistem mekanikal.
Alam dipandang sebagai sumber inspirasi yang kaya untuk memahami mekanisme adaptasi terhadap panas, ventilasi, pencahayaan, hingga efisiensi material.
Dalam kuliah tamu tersebut, pembahasan mengangkat lima pendekatan utama biomimikri yang aplikatif dalam desain arsitektur pasif.
Pendekatan pertama adalah bioinspirasi, yakni proses penelusuran ide-ide alamiah sebagai sumber gagasan konseptual dalam desain pasif. Pada tahap ini, peserta diajak memahami bagaimana fenomena alam dapat menginspirasi strategi arsitektur yang kontekstual terhadap iklim dan lingkungan.
Pendekatan kedua adalah biomorfik, yang berfokus pada penelusuran bentuk-bentuk alamiah untuk klasifikasi desain pasif. Pendekatan ini menelaah bagaimana geometri, struktur, dan pola alami dapat diterjemahkan ke dalam bentuk bangunan yang mendukung efisiensi lingkungan.
Selanjutnya biomimesis, yakni telaah terhadap proses-proses alamiah untuk merumuskan kaidah desain pasif bangunan. Dalam konteks ini, peserta mempelajari bagaimana organisme hidup melakukan adaptasi terhadap panas, aliran udara, maupun pencahayaan sebagai model pengembangan strategi desain.
Pendekatan keempat adalah biopasif, yang mengkaji sistem-sistem alamiah sebagai dasar penyusunan kriteria desain pasif. Pendekatan ini menempatkan alam sebagai model sistemik yang dapat ditiru dalam menciptakan bangunan yang nyaman, sehat, dan hemat energi.
Sementara itu, pendekatan biomekanis mengangkat teladan gerak-gerak alami sebagai referensi pengembangan komponen desain pasif. Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana respons dinamis pada alam dapat diterapkan dalam elemen bangunan adaptif yang mendukung kenyamanan ruang. (*)

