32.9 C
Jakarta

Pencak Silat Dominasi Muhammadiyah Games 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Cabang olahraga pencak silat menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah peserta terbanyak dalam The 1st Muhammadiyah Games 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Kepercayaan besar tersebut diberikan kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMS sebagai penanggung jawab dan pelaksana teknis pertandingan.

 

Person In Charge (PIC) cabang olahraga pencak silat 1st Muhammadiyah Games, Ulin Niam Annashir, mengatakan kepercayaan itu tidak datang begitu saja, melainkan melalui pengalaman panjang UKM Tapak Suci UMS dalam mengelola berbagai event besar pencak silat tingkat nasional.

 

“Melihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam bidang pencak silat, terutama Tapak Suci. Dulu kami pernah menyelenggarakan turnamen nasional pada Januari 2024 dan Alhamdulillah sukses dengan lebih dari seribu atlet,” ujarnya, Ahad (17/5).

 

Ia menjelaskan, pengalaman mahasiswa Tapak Suci UMS dalam menjadi panitia berbagai event nasional seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) dan Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) di Edutorium UMS juga menjadi salah satu faktor kepercayaan tersebut.

 

“Teman-teman Tapak Suci UMS juga pernah menjadi panitia di event-event besar sebelumnya, sehingga sudah memiliki pengalaman dalam pengelolaan pertandingan,” tambahnya.

 

Persiapan 1st Muhammadiyah Games sendiri telah dilakukan sejak awal Maret 2026 atau sebelum Ramadhan. Ulin menyebut proses persiapan berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat bulan.

 

“Mulai dari pembentukan panitia, penyusunan acara, merancang kegiatan, sampai teknis pertandingan kami persiapkan sejak awal Maret,” jelasnya.

 

Dalam Muhammadiyah Games kali ini, cabang pencak silat tercatat diikuti sebanyak 694 peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Pimda) dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

 

“Untuk cabang silat ini menjadi salah satu dengan jumlah peserta terbanyak, ada 694 peserta dari 33 Pimda dan sekitar 43 PTMA,” katanya.

 

Menurutnya, peserta terjauh datang dari wilayah Indonesia Timur, yakni Sorong, Papua Barat Daya. Kehadiran atlet dari berbagai daerah menjadi bukti tingginya antusiasme terhadap cabang olahraga pencak silat dalam Muhammadiyah Games pertama ini.

 

Meski demikian, Ulin mengakui terdapat sejumlah tantangan selama proses pengelolaan kepanitiaan, terutama terkait koordinasi dan sistem pendaftaran digital.

 

“Tantangannya karena peserta berasal dari berbagai daerah. Ada beberapa yang masih terkendala komunikasi dan penggunaan sistem digital saat pendaftaran, sehingga kami harus lebih ekstra dalam membantu dan menjelaskan,” ungkapnya.

 

Tingginya jumlah peserta pencak silat, menurut Ulin, tidak lepas dari kedekatan Tapak Suci dengan pelajar sejak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

 

“Banyak atlet itu mengenal Tapak Suci sejak SD melalui ekstrakurikuler. Dari kecintaan itu lama-lama berkembang menjadi atlet dan sampai sekarang masih aktif bertanding,” tuturnya.

 

Ke depan, UKM Tapak Suci UMS berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan evaluasi agar tetap dipercaya mengelola event-event besar Muhammadiyah berikutnya.

 

“Kami akan terus banyak mengevaluasi setiap kegiatan agar kedepannya lebih baik lagi. Kami juga selalu menekankan pelayanan kepada peserta, ofisial, maupun wasit juri dengan sepenuh hati,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!