31.1 C
Jakarta

Laskar Aman Dukung Anies Baswedan Capres 2024

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM –   Laskar  Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar Aman) yang terdiri dari para tokoh pendidikan dan tokoh lintas agama, deklarasikan dukungan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk maju sebagai calon presiden 2024. Deklarasi dukung terhadap Anies Baswedan tersebut berlangsung di Sofyan Hotel Soepomo, Jakarta, Minggu (4/12/2022).

Relawan Laskar AMAN ini terdiri dari tokoh-tokoh seperti Ahmad Rizali sebagai Dewan Pakar, Ervanus Tou sebagai Ketua, Indra Charismiadji selaku juru bicara (jubir), dan insan pendidikan serta tokoh lintas agama lainnya.

Indra Charismiadji, yang juga dikenal sebagai tokoh pendidikan Indonesia yang sangat kritis mengatakan, deklarasi  tersebut  sebagai bentuk dukungan masyarakat   lintas agama dan tokoh pendidikan terhadap Anies Baswedan  yang dinilai potensi sebagai calon presiden.

Indra menuturkan, relawan Laskar Aman ini merupakan organik dan bukan bayaran. Dukungan kepada Anies Baswedan  sebagai bentuk kecintaan  pada Ibu Pertiwi.

Relawan Laskar Aman menilai Anies Baswedan merupakan sosok yang tepat menjadi presiden untuk semua agama dan semua warga Indonesia. Hal ini telah terbukti selama 5 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Kami menilai Pak Anies ini, bisa menjadi presiden untuk semua. Kami sedih melihat bangsa ini dibodohi, dipecah-belahkan walaupun sudah  merdeka  puluhan tahun,” kata Indra.

Ia menegaskan hadirnya  relawan Laskar Aman ingin menjadikan Indonesia negara aman dan bebas dari isu negara khilafah ataupun adanya upaya islamisasi ataupun kristenisasi yang selalu digulirkan dan menyebabkan kelompok tertentu mendapat perlakukan berbeda dan terintimidasi.

“Pada dasarnya kami sudah muak dengan narasi perpecahan  dengan politik dengan jargon aku Pancasila dan kamu khilafah. Padahal  mereka ini saudara-saudara kita  juga, sementara mereka mempunyai  pandangan berbeda  mungkin  enggak seperti yang digembar gemborkan,” tutur Indra.

Dikatakan Indra, Anies yang selalu dikaitkan dengan kelompok intoleran  tidak terbukti selama 5 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Ketakutan yang disebarkan selama ini  bahwa Jakarta akan menjadi  provinsi syariah atau pengusung negara khilafah tidak terbukti. Bahkan, Pak Anies melakukan berbagai macam terobosan memberikan rasa aman dan kebebasan untuk  semua agama,” tukasnya.

Indra menuturkan, selama Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan, izin pendirian rumah ibadah yang sulit didapat dan telah menunggu puluhan tahun dikeluarkan. Selain memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Anies Baswedan menyalurkan bantuan sosial melalui dana hibah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) untuk semua agama.

“Jadi apa yang ditakutkan tidak terjadi. Tingkat kohesifitas alias tidak ada polarisasi  sangat tinggi sekali, ini kajiannya dari Nanyang Technical University Singapura lho, bukan abal-abal dan pembangunan rumah ibadah semua  yang selama ini kesulitan mendapatkan IMB-nya, tetapi  selama Anies menjabat sebagai gubernur justru terjadi. Berarti narasi intoleran dan  radikal kepada sosok Pak Anies. Itu-kan pembodohan bangsa,” ucapnya.

Situasi bangsa  yang diwarnai oleh isu  yang memperkeruh persaudaraan sesama anak bangsa, kata Indra, menjadi pertimbangan para tokoh lintas agama dan tokoh pendidikan bergerak menjadi relawan Laskar AMAN  guna mencerdaskan anak bangsa.

“Jadi kami tokoh-tokoh pendidikan dan lintas agama mempunyai cita-cita mencerdaskan bangsa, jangan dipecah belahkan terus karena dari zaman Belanda, kelemahan kita ini mudah diadu domba. Dan politik devide et impera ini selalu sukses  dipakai karena faktanya bangsa belum cerdas. Dan yang paling saya takutkan adalah jangan-jangan memang bangsa ini sengaja dibuat bodoh. Ini yang membuat kami harus turun tangan,” terang Indra.

“Kami mendukung Anies Baswedan karena  justru punya langkah  berbeda, yakni merangkul  semua kelompok dan golongan untuk mempersatukan bangsa. Pak Anies memang memiliki komitmen untuk merawat tenun kebangsaan dan itu sudah ditunjukkan di Jakarta. Tantangan kami memang bagaiman mencerdaskan bangsa ini agar mampu berpikir kritis dan benar-benar menjiwai kebhineka tunggal ikaan,” paparnya.

Indra mengajak semua pihak untuk bersaing secara sehat dengan beradu ide dan bukan menggunakan politik identitas. Relawan Laskar Anies yang terdiri dari tokoh pendidikan dan lintas agama merupakan komunitas  yang mencerdaskan dan mempersatukan  bangsa.

Dikatakan Indra, relawan Laskar Aman tidak akan pernah memaksa  atau membenci siapapun yang berbeda pandangan politik. Kendati begitu, relawan Laskar Aman mengajak semua pihak meski berbeda pandangan politik untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan penuh persaudaraan.

“Bantu kami untuk membangun Indonesia, jadi silahkan anda mendukung diterima tetapi  yang berbeda  pandangan politik dengan kami jangan musuhi kami. Tetapi anggaplah tetap bersaudara yang ibaratnya lagi balapan sepeda, siapa saja bisa menang tapi tidak perlu membenci kan.  Kita tidak memusuhi dan kita menganggap semua sama harkat dan martabatnya,” ucapnya.

“Saya ini Nasrani, ajaran gereja itu cinta kasih. Jadi ada orang yang mendorong  narasi   untuk memusuhi justru  bertentangan dengan ajaran gereja.  Jadi enggak memaksa mereka untuk ikut seperti kami menjadi Laskar Aman, tetapi tetap saudara sebangsa dan setanah air,” pungkasnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!