SOLO, MENARA62.COM — Dinas Pendidikan Kota Surakarta membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas manajemen sekolah sekaligus mutu layanan pendidikan di satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut digelar Kamis (1/10/2026) di Aula Lantai III, Ruang Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Pembentukan Pokja BSAN diikuti sekolah dasar (SD) negeri dan swasta se-Kota Surakarta.
Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, S.Pd., M.Pd., mengatakan pembentukan Pokja BSAN merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat terkait budaya sekolah yang aman dan nyaman.
“Ini merupakan tindak lanjut dari dulu namanya tim pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah,” kata Dimas seusai kegiatan.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur mengenai kelompok kerja atau tim yang menangani budaya sekolah aman dan nyaman.
Menurut Dimas, Dinas Pendidikan Kota Surakarta kemudian menindaklanjuti regulasi tersebut dengan membentuk Pokja BSAN pada setiap satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
“Kami membentuk kelompok kerja di setiap satuan pendidikan negeri swasta di seluruh Kota Surakarta,” ujarnya.
Pembentukan Pokja BSAN diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan terhadap regulasi, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Dimas menyebut rasa nyaman tersebut perlu dirasakan oleh guru, peserta didik maupun orang tua.
“Harapannya dengan adanya BSAN atau budaya sekolah aman dan nyaman ini semua merasa nyaman,” katanya.
Ia mencontohkan, guru diharapkan merasa nyaman ketika menjalankan tugas mendidik peserta didik di kelas. Demikian pula siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan rasa aman, sementara orang tua memiliki kepercayaan terhadap lingkungan sekolah.
“Kalau dulu guru belum merasa nyaman ketika mau mendidik putra-putrinya di kelas, guru diharapkan merasa nyaman, kemudian muridnya nyaman, orang tua juga merasa nyaman, semuanya nyaman seperti itu,” tutur Dimas.
Digelar Dua Sesi
Kegiatan pembentukan Pokja BSAN tersebut dilaksanakan dalam dua sesi untuk menjangkau SD negeri dan swasta di lima kecamatan di Kota Surakarta.
Sesi pertama berlangsung pukul 08.30-12.00 WIB dan diikuti SD negeri dan swasta dari Kecamatan Laweyan serta Banjarsari.
Sementara sesi kedua digelar pukul 13.00-15.30 WIB dengan peserta dari SD negeri dan swasta di Kecamatan Pasarkliwon, Jebres, dan Serengan.
Melalui pembentukan Pokja BSAN di seluruh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Surakarta mendorong sekolah memiliki sistem dan budaya yang mendukung keamanan, kenyamanan, serta kualitas layanan pendidikan bagi seluruh warga sekolah. (*)
