28.5 C
Jakarta

Rektor UMS sekaligus Ketua ALPTK PTMA Bekali 151 Mahasiswa KKN Internasional di Malaysia

Baca Juga:

KUALA LUMPUR, MENARA62.COM – Sebanyak 151 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) di Malaysia. Sebelum terjun ke masyarakat, mereka mendapat penguatan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (ALPTK PTMA), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

 

Penguatan kepada mahasiswa dan lebih dari 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) itu berlangsung di Kantor Gedung Pusat Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (1/10/2026).

 

Para peserta KKN KI berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mendapatkan pengalaman pengabdian dalam lingkungan internasional.

 

Dalam arahannya, Prof. Harun mengingatkan mahasiswa agar tidak membawa sekadar program ketika memasuki lingkungan masyarakat. Mereka harus mampu beradaptasi, memahami karakter masyarakat setempat, dan membangun hubungan yang baik dengan warga serta mitra di lokasi KKN.

 

“Membumilah dengan masyarakat sasaran di lokasi KKN KI masing-masing, di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung,” ujar Prof. Harun.

 

Menurut dia, kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan sosial menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan program pengabdian, terlebih ketika kegiatan dilakukan di luar negeri dengan karakter masyarakat dan lingkungan yang berbeda.

 

Karena itu, mahasiswa didorong untuk mengedepankan komunikasi yang positif dan santun selama berinteraksi dengan masyarakat.

 

“Bangun komunikasi yang positif dan santun,” pesannya.

 

Bukan Sekadar Mengabdi

 

Prof. Harun juga mengingatkan bahwa KKN KI bukan hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung dari lingkungan tempat mereka mengabdi.

 

Mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi, karakter, serta kebutuhan masyarakat sehingga program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

 

Untuk itu, ia mendorong mahasiswa memperkuat kolaborasi dan memperluas jaringan dengan masyarakat sekitar.

 

“Perkuat kolaborasi dan perluasan jaringan dengan masyarakat sekitar. Teguhkan sinergi antarpotensi untuk satu destinasi kemandirian dan kedewasaan dalam berkehidupan holistik,” kata Prof. Harun.

 

Pesan tersebut juga ditujukan kepada para DPL agar pendampingan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan teknis program. DPL diharapkan dapat menguatkan proses pembelajaran mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat dan mitra di Malaysia.

 

Keikutsertaan 14 perguruan tinggi dalam KKN KI ini sekaligus memperluas ruang kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat internasional.

 

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan dari kampus ke masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman lintas budaya, memperluas jejaring, serta belajar mengembangkan program pengabdian sesuai dengan konteks masyarakat setempat.

 

Bagi perguruan tinggi, KKN KI menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan mitra di luar negeri sekaligus mendorong mahasiswa memiliki pengalaman pengabdian yang lebih luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!