33.1 C
Jakarta

Gempa NTT, ‘Aisyiyah Pastikan Kebutuhan Penyintas Tak Terabaikan

Baca Juga:

NUSA TENGGARA TIMUR, MENARA62.COM — Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Kantor Layanan Lazismu PP ‘Aisyiyah memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diprioritaskan untuk kelompok rentan yang memiliki kebutuhan khusus di tengah situasi pengungsian.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan duka mendalam atas bencana yang melanda NTT. Menurutnya, ‘Aisyiyah terus berupaya merespons kondisi masyarakat terdampak melalui jejaring pimpinan ‘Aisyiyah di daerah.

 

“‘Aisyiyah sangat berduka atas bencana yang terjadi. Melalui KLL Lazismu PP ‘Aisyiyah serta Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, kami melakukan upaya pendataan terhadap korban dan masyarakat terdampak,” ujar Salmah, Jumat (28/8/2026).

 

Ia menjelaskan, pendataan menjadi langkah penting agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan yang membutuhkan dukungan spesifik.

 

Kebutuhan tersebut antara lain pembalut, susu, selimut, popok, pakaian bayi, obat-obatan, hingga makanan bernutrisi untuk lansia.

 

Posko ‘Aisyiyah Jangkau Penyintas di Nagekeo

 

Salah satu respons dilakukan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Nagekeo dengan membuka posko bencana secara mandiri. Dari posko tersebut, bantuan didistribusikan langsung kepada masyarakat terdampak berdasarkan kebutuhan mereka.

 

Wanti Ramadhan, penyintas dari Kolikapa B, Kelurahan Mbay I, Kecamatan Aesesa, menjadi salah satu warga yang merasakan manfaat keberadaan posko tersebut.

 

Wanti bersama keluarganya kini tinggal di tenda mandiri di sekitar rumah. Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total 35 jiwa menempati tenda tersebut. Di dalamnya terdapat tiga lansia, tiga balita, dan seorang ibu hamil.

 

Sebelumnya, bantuan yang diterima keluarga Wanti baru berupa beras. Karena itu, ia mendatangi Posko ‘Aisyiyah untuk memperoleh sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti pembalut, popok, susu balita, dan perlengkapan mandi.

 

“Untuk ‘Aisyiyah Nagekeo terima kasih banyak sudah membantu kami yang terdampak bencana. Kami butuh pembalut, popok, susu, alat mandi. Semoga bisa membantu kehidupan kami di tenda,” ujar Wanti.

 

Bantuan Disesuaikan Kebutuhan Penyintas

 

Ketua PDA Nagekeo, Istianah, mengatakan respons kemanusiaan ‘Aisyiyah tidak hanya menyasar kebutuhan kelompok rentan. Bantuan juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak lain yang dihadapi masyarakat terdampak gempa.

 

Salah satunya adalah dukungan transportasi bagi keluarga yang memiliki anggota sakit dan membutuhkan evakuasi atau rujukan.

 

“Pagi ini kami serahkan bantuan untuk disabilitas di pengungsian mandiri dan sedikit uang untuk biaya transportasi evakuasi keluarga yang sakit untuk dirujuk ke Bajawa dari Kecamatan Mauponggo,” kata Istianah.

 

Menurutnya, keberadaan posko menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan bantuan kepada masyarakat yang memilih bertahan di pengungsian mandiri.

 

Respons PDA Nagekeo tersebut sekaligus memperkuat gerakan kemanusiaan ‘Aisyiyah di NTT. Jejaring ‘Aisyiyah di daerah bersama relawan Muhammadiyah terus melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan penyintas.

 

‘Aisyiyah menegaskan bahwa respons bencana tidak hanya berorientasi pada jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga memastikan kebutuhan spesifik kelompok rentan tidak terabaikan.

 

Melalui penguatan pendataan, posko kemanusiaan, dan jejaring relawan, bantuan diharapkan dapat menjangkau semakin banyak masyarakat terdampak gempa NTT, terutama lansia, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta kelompok lain yang membutuhkan perhatian khusus. (Suri)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!