25.6 C
Jakarta

Indonesia Kaya Akan Pangan Bergizi Tinggi

Must read

UHAMKA Serahkan Bantuan bagi Pegawai Outsourcing Senilai Total Rp135 Juta

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bagian dari rasa syukur pada Milad ke-63, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) serahkan bantuan bagi pegawai UHAMKA dengan status...

PKN 2020 Hasilkan 10 Rekomendasi dan Sikap Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM – Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 ditutup resmi oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Selasa (1/12/2020). Acara bertema "Ruang Bersama Indonesia Bahagia” yang...

Kemendikbud Kampanyekan Pencegahan Covid-19 melalui 77 Bahasa Daerah

JAKARTA, MENARA62.COM – Mudahkan masyarakat menerapkan perilaku pencegahan Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) luncurkan “Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa...

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Siswanto menyebutkan bahwa pangan lokal termasuk makanan dengan kandungan gizi tinggi.

“Negara kita kan negara tropis, sebenarnya banyak sekali sumber makanan yang luar biasa. Ada buah, sayur-sayuran, jamur. Sebetulnya makanan lokal masuk dalam kelompok ‘high density nutrient food’, makanan dengan gizi tinggi,” kata Siswanto seperti dikutip dari Antara, Selasa (31/10/2017).

Siswanto mencontohkan penganan berbahan dasar ketela, yaitu Gatot, ternyata mengandung prebiotik yang baik bagi kesehatan usus.

“Gatot meski tampilannya begitu, kalau kita pelajari, itu ternyata prebiotik. Kalau makanan itu dimakan akan menumbuhkan bakteri bermanfaat untuk mikrobiota di dalam usus,” jelas Siswanto.

Selain itu Siswanto juga menjelaskan hasil riset yang dilakukan oleh peneliti Balitbang Kesehatan Kemenkes yang mengungkapkan bahwa ubi ungu yang merupakan sumber karbohidrat juga berfungsi untuk menurunkan kolesterol.

“Daun kelor, itu luar biasa. Banyak mengandung ‘micronutrient’ dan protein,” ungkap Siswanto.

Dia menanggapi berbagai bahan pangan impor yang mulai dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia seperti kale, “chia seeds”, sari kacang almond, dan sebagainya.

Menurutnya, konsumsi masyarakat terhadap bahan pangan nonlokal yang mulai digemari hanya bersoal pada iklan yang digemparkan pada produk-produk tersebut.

“Terkait makanan impor itu hanya masalah iklan saja. Jadi kita harus ada kampanye juga bagaimana kita mengiklankan makanan lokal meski tampilannya begitu, tapi masuk dalam ‘high density nutrient food’,” jelas Siswanto.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

UHAMKA Serahkan Bantuan bagi Pegawai Outsourcing Senilai Total Rp135 Juta

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bagian dari rasa syukur pada Milad ke-63, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) serahkan bantuan bagi pegawai UHAMKA dengan status...

PKN 2020 Hasilkan 10 Rekomendasi dan Sikap Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM – Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 ditutup resmi oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Selasa (1/12/2020). Acara bertema "Ruang Bersama Indonesia Bahagia” yang...

Kemendikbud Kampanyekan Pencegahan Covid-19 melalui 77 Bahasa Daerah

JAKARTA, MENARA62.COM – Mudahkan masyarakat menerapkan perilaku pencegahan Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) luncurkan “Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa...

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...