34.7 C
Jakarta

Irfan Ahmad Fauzi Nakhodai Apkarindo, Bawa Misi Besar Bangkitkan Kembali Karet Indonesia

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Irfan Ahmad Fauzi resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Kepemimpinan baru Apkarindo membawa harapan besar bagi para petani karet di berbagai daerah. Mereka berharap organisasi dapat memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani, terutama di tengah tantangan harga komoditas dan kebutuhan sarana produksi pertanian.

Harapan tersebut salah satunya disampaikan Baihaki, petani karet asal Bandung, Jawa Barat. Ia berharap harga karet dapat kembali mengalami kejayaan seperti sekitar satu dekade lalu, ketika harga komoditas tersebut mampu mencapai Rp28.000 per kilogram.

“Sekarang per kilogramnya belasan ribu rupiah. Semoga di bawah kepengurusan baru harganya bisa seperti dulu lagi, mencapai Rp28 ribu. Tidak hanya harga, persoalan pupuk pun ke depan bisa lebih mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ujar Baihaki.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membangkitkan kembali sektor perkaretan nasional.

Salah satu agenda utama adalah mendorong komoditas karet agar dapat masuk dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Namun, menurut Irfan, upaya tersebut harus diawali dengan pembenahan internal, khususnya dalam meningkatkan kualitas karet yang dihasilkan petani agar memiliki nilai tambah dan memenuhi standar yang dibutuhkan.

“Pembenahan internal jadi langkah awal. Misalnya, karet yang dihasilkan petani agar memiliki nilai tinggi harus dikelola dengan baik, terutama soal kebersihan,” kata Irfan.

Menurutnya, peningkatan kualitas hasil produksi menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi petani karet sekaligus meningkatkan daya saing industri karet Indonesia.

Pengukuhan pengurus DPP Apkarindo periode 2026–2031 turut dihadiri perwakilan petani dari berbagai wilayah di Indonesia.

Perwakilan tersebut berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Kehadiran perwakilan dari berbagai provinsi tersebut menjadi penanda tekad bersama untuk menyatukan cita-cita dan membangun kembali kejayaan karet alam Indonesia.

“Dimulai dari kita, petani karet. Rakyat bangkit, produksi nasional meningkat sehingga industri ini semakin kuat dengan kerja sama, komitmen, dan doa dari seluruh pihak,” ujar Irfan.

Dalam momentum tersebut, DPP Apkarindo bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga melakukan penandatanganan kerja sama.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan kelembagaan, pendampingan kelompok tani, serta program beasiswa bagi anak-anak petani karet, baik untuk jenjang SMA maupun pendidikan sarjana (S1).

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas petani, tetapi juga membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi penerus keluarga petani karet.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Apkarindo menargetkan penguatan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Konsolidasi petani, peningkatan kualitas produksi, akses sarana pertanian, hingga perjuangan agar komoditas karet mendapatkan dukungan kebijakan yang lebih kuat menjadi pekerjaan besar yang harus dikawal bersama.

Bagi para petani, kepemimpinan baru Apkarindo diharapkan menjadi momentum kebangkitan. Bukan hanya untuk meningkatkan harga dan kesejahteraan petani, tetapi juga mengembalikan karet sebagai salah satu komoditas strategis yang mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!