26.1 C
Jakarta

Kemuhammadiyahan Upaya Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...
PURWOKERTO, MENARA62.COM – Pendidikan Kemuhammadiyahan bagian dari upaya merevitalisasi ideologi Muhammadiyah, kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas Ibnu Hasan.

“Sebenarnya Program Setara Diploma 1 (D1) Pendidikan Kemuhammadiyahan ini kan memenuhi amanat Muktamar Muhammadiyah. Di setiap muktamar itu selalu mengamanatkan revitalisasi organisasi, di dalamnya ada revitalisasi ideologi dan kaderisasi,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (22/12).

bnu mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri pelepasan peserta Program Pendidikan Kemuhammadiyahan Angkatan I dan penerimaan peserta Program Pendidikan Kemuhammadiyahan Angkatan II di Aula A.K. Ansori Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Terkait dengan hal itu, pihaknya menyelenggarakan Program Diploma 1 Pendidikan Kemuhamadiyahan karena persoalan ideologi sebagai hal penting karena ideologi Muhammadiyah merupakan ideologi keislaman, keindonesiaan, dan kebangsaan.

Baca juga:

Menurut dia, jika ideologi tersebut sampai terkikis, peran Muhammadiyah menjadi terganggu sehingga kontribusi amal usaha Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara turut terganggu.

“Oleh karena itu, kami berupaya untuk melakukan revitalisasi ideologi itu. Mata kuliahnya memang tentang ideologi Muhammadiyah,” katanya.

Ia mengatakan Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan terdiri atas 16 satuan kredit semester (SKS) yang berisi kajian-kajian tentang “manhaj” gerakan Muhammadiyah supaya bisa membingkai alam pikiran dan keyakinan peserta bahwa Islam itu adalah “rahmatan lil ‘alamin” atau membawa rahmat dan kesejahteraan.

Ibnu mengatakan peserta Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan Angkatan I yang baru dilepas merupakan kader-kader yang ada di sekolah Muhammadiyah atau pegawai amal usaha Muhammadiyah.

“Nanti baru aktivis Muhammadiyah, pimpinan Muhammadiyah,” katanya.

Wakil Rektor UMP Bidang Akademik Anjar Nugroho mengatakan peserta Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan dibiayai oleh sekolah yang mengirimkan mereka dan subsidi dari Universitas Muhammadiyah.

“Kami ada subsidi, tidak semua dibebankan sekolah. Sekolah pun membayarnya sesuai dengan kemampuan, terbagi menjadi dua kategori, bagi sekolah yang siswanya lebih dari 500 anak (biayanya, red.) sekian, kurang dari 500 (biayanya, red.) sekian,” katanya.

Ia mengatakan jumlah peserta Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan Angkatan I di UMP baru 30 orang dan untuk Angkatan II diharapkan mencapai 50 orang.

Berdasarkan data, salah seorang peserta Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan Angkatan I merupakan asesor Badan Akreditasi Nasional yang telah berpendidikan strata 3 (S3), yakni Dr. Toto Sugito, M.Si

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...