31.8 C
Jakarta

UMS–Bapperida Sragen Bahas Strategi Penanggulangan Kemiskinan dan Penguatan Desa Wisata

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sragen melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Bupati Sragen. Pertemuan berlangsung di ruang pertemuan Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS, lantai 5 Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (28/4).

Kunjungan ini membahas implementasi operasional berbagai isu strategis yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Sragen, terutama upaya penurunan angka kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., mengatakan salah satu fokus utama adalah pemutakhiran dan pemetaan data masyarakat miskin untuk penyesuaian kebijakan bantuan.

“Jika memungkinkan, UMS dapat terlibat dalam pengambilan data. Mahasiswa juga bisa dilibatkan melalui program KKN atau magang yang dikoordinasikan dengan bidang kemahasiswaan,” ujarnya.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan desa wisata, program masjid entrepreneur, serta penyediaan rumah layak huni. Dalam program masjid entrepreneur, bantuan tidak hanya difokuskan pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada pengelolaan ekonomi masjid, termasuk mendorong adanya rencana bisnis untuk meningkatkan kesejahteraan marbot.

“UMS diharapkan bisa membantu pengembangan bisnis yang sesuai dengan potensi masing-masing masjid,” tambah Sidiq.

Program lain yang dibahas adalah konsep universal basic income berbasis pengembangan usaha produktif di wilayah prioritas, guna menciptakan sumber pendapatan yang layak bagi masyarakat. “Program yang dijalankan diharapkan memberi manfaat bagi UMS dan Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Reputasi Global DRKUI UMS, Dr. Agus Ulinuha, M.T., menyebutkan pemerintah daerah menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rencana kerja sama ini. Beberapa program yang telah disepakati antara lain KKN tematik, riset terkait dampak rumah tidak layak huni, pemberdayaan petani, serta transformasi fungsi masjid.

Bupati Sragen dalam kesempatan sebelumnya, sebut Ulin, menyampaikan harapannya agar kolaborasi dengan UMS dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat miskin. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengabdian masyarakat berbasis riset, pengelolaan desa wisata, serta pengembangan sistem informasi geografis (SIG) untuk memetakan potensi wisata di Kabupaten Sragen.

Perwakilan Bapperida Sragen, Wahyu Wardani, menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk menjadi lokasi studi kasus, termasuk dalam program rumah layak huni yang dapat melibatkan mahasiswa teknik sipil dan arsitektur.

“Kami siap memfasilitasi di tingkat desa. Desain yang realistis nantinya bisa langsung diwujudkan,” katanya.

Direktur DRPPS UMS, Prof. Ir. Sarjito , M.T., Ph.D., menjelaskan mekanisme pelaksanaan program akan diawali dengan diskusi bersama untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan di lapangan. Program kemudian dirumuskan secara kolaboratif dan disesuaikan dengan rencana anggaran pemerintah daerah.

“Kegiatan pengabdian berfokus pada pemberdayaan sumber daya manusia, termasuk pelatihan dan pendampingan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak sebelum dan sesudah program,” jelasnya.

Kerja sama antara UMS dan Pemerintah Kabupaten Sragen sendiri telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 19 Desember 2024 dan berlaku hingga 19 Desember 2027. Implementasi program direncanakan segera berjalan setelah pembahasan teknis terkait riset dan pengabdian disepakati.

Melalui kolaborasi ini, UMS berharap dapat mewujudkan konsep kampus berdampak dengan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!