YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan Gerakan #uadminimplastik di Hall Kampus 4 Yogyakarta, Senin (27/4/2026). Peluncuran Gerakan #uadminimplastik bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi sampah plastik di lingkungan kampus-kampus UAD.
Peluncuran Gerakan #uadminimplastik ditandai dengan pembagian tumbler oleh Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT kepada mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas dan pimpinan universitas. Kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene yang dihadiri perwakilan WWF Indonesia.
Rektor UAD mengharapkan gerakan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka. Namun Gerakan #uadminimplastik mampu menjadi budaya baru bagi seluruh sivitas akademika UAD untuk lebih peduli terhadap penggunaan plastik sekali pakai. Melalui integrasi antara kebijakan kampus dan partisipasi aktif mahasiswa, UAD optimis dapat menjadi pionir kampus ramah lingkungan di Yogyakarta.
Menurut Muchlas, kesuksesan Gerakan #uadminimplastik perlu adanya perubahan mindset sivitas akademika. Sebab UAD sendiri telah memiliki infrastruktur pendukung pengolah sampah yang mumpuni.
“Di kampus kita ada unit pengolah sampah dengan metode pirolisis (pyrolysis). Kita tidak hanya menimbun sampah, tetapi mengolahnya menjadi hal-hal yang bermanfaat. Oleh karena itu, kita harus membangun mental memilah dalam membuang sampah. Kita juga harus mewujudkan lingkungan yang asri dari sisi mata, telinga, dan hati,” harap Rektor UAD.
Kepala Biro Sarana dan Prasarana, Prof Dr Ir Zahrul Mufrodi, ST, MT, IPM, ASEAN Eng menyatakan UAD telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. Infrastruktur tersebut telah berhasil menurunkan residu sampah dari 79 persen menjadi 20 persen.
“Kami turut berbahagia dengan pendampingan yang telah dilakukan hingga saat ini, programnya bisa berjalan dan memberikan dampak nyata. Bagaimana kita meminimalkan sampah dan mengolahnya dengan sebaik mungkin menjadi hal yang bermanfaat. Semoga kedepannya kita bisa mengurangi sampah plastiknya, target residunya sampai 15 persen,” harap Zahrul.
Sementara Ahmad Ahid Mudayana, SKM, MPH, Ketua Program WWF Indonesia di UAD, menjelaskan inisiatif ini telah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Ketika Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup TPA Piyungan dan menyebabkan sampah berserakan di berbagai tempat di wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul.
“Ini merupakan salah satu dari banyaknya program kerja sama antara UAD dengan WWF Indonesia. Harapannya dengan launching ini, bisa memberikan dampak nyata pada pengelolaan sampah di kampus,” kata Ahmad.
Ahmad mengharapkan agar Gerakan #uadminimplastik ini tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus-kampus UAD. Tetapi Gerakan #uadminimplastik ini diperluas kepada masyarakat di sekitar kampus-kampus UAD.
“Ke depan akan ada KKN (Kuliah Kerja Nyata) Alternatif yang melibatkan 100 mahasiswa yang akan ditempatkan di Sorosutan (Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, red), Mereka bertugas mensosialisasi pemilahan sampah, menggelar seminar dan pelatihan selama enam bulan,” kata Ahmad. (*)

