30.7 C
Jakarta

Kunci Ekonomi Maju, Muhammadiyah Dorong Inovasi R&D

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Transformasi ekonomi Indonesia menuju arah yang lebih maju dinilai harus bertumpu pada inovasi berbasis riset dan pengembangan (Research and Development/R&D). Hal ini sejalan dengan pandangan Muhammadiyah yang menempatkan Islam sebagai din al-hadlarah, agama yang mendorong kemajuan peradaban di berbagai bidang kehidupan.

Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa pendekatan ekonomi konvensional yang hanya mengandalkan konsumsi domestik dan perdagangan komoditas tidak lagi cukup menghadapi tantangan global. Diperlukan lompatan strategis melalui inovasi fundamental yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Inovasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui fondasi kuat berupa riset dan penguasaan bidang STEM. Ini adalah wujud nyata semangat tajdid atau pembaharuan dalam Islam,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat saat Ghufron melakukan kunjungan ke Hong Kong University of Science and Technology Guangzhou pada 23 April 2026. Ia melihat langsung bagaimana ekosistem pendidikan tinggi modern dirancang untuk mengintegrasikan riset dengan kebutuhan industri.

“Saya melihat pendidikan tinggi tidak lagi sekadar menghasilkan lulusan, tetapi membangun ekosistem inovasi yang terhubung dengan industri. Model ini penting untuk melahirkan pengusaha berkemajuan,” ungkapnya.

Model Pendidikan Tanpa Sekat

HKUST Guangzhou mengusung pendekatan cross-disciplinary hubs, yaitu sistem pendidikan lintas disiplin yang fokus pada penciptaan solusi nyata. Model ini dinilai relevan dengan kebutuhan dunia usaha modern yang menuntut kolaborasi berbagai bidang ilmu.

Empat pilar utama dalam sistem tersebut meliputi penguatan material dasar teknologi, integrasi sistem manufaktur, pengembangan kecerdasan digital, serta hilirisasi inovasi untuk kebutuhan masyarakat.

Menurut Ghufron, pendekatan ini menjadi kunci lahirnya inovasi disruptif yang mampu bersaing di tingkat global. “Inovasi lahir dari kolaborasi lintas disiplin, bukan dari satu bidang ilmu saja,” tegasnya.

Peluang Beasiswa Global

Selain model pendidikan inovatif, HKUST Guangzhou juga membuka peluang beasiswa penuh bagi mahasiswa internasional, termasuk kader Muhammadiyah. Program tersebut mencakup jenjang Master (MPhil) dan Doktor (PhD) dengan fasilitas lengkap, mulai dari pembebasan biaya kuliah hingga tunjangan hidup bulanan.

Kampus ini berada di kawasan strategis Greater Bay Area yang mencakup Shenzhen, Hong Kong, dan Macao—salah satu pusat inovasi dan investasi global.

Ghufron menilai peluang ini sebagai momentum penting untuk mencetak generasi muda Muhammadiyah yang unggul di bidang teknologi dan ekonomi berbasis riset.

“Kita butuh lebih banyak inovator yang mampu menciptakan solusi, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi,” katanya.

Dorongan Pengusaha Berkemajuan

Melalui momentum ini, SUMU mendorong para pelaku usaha Muhammadiyah untuk bertransformasi menjadi creator of innovation. Peran tersebut dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh yang menghadirkan solusi bagi permasalahan umat.

Ghufron pun mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk memanfaatkan peluang global tersebut.

“Mari kita lahirkan inovator-inovator yang membawa misi pencerahan demi kemajuan umat, bangsa, dan persyarikatan,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!