25.6 C
Jakarta

Ketua MPR RI: Nilai Keindonesiaan Generasi Muda Semakin Memudar

Must read

Dunia Harus Tahu Persoalan Bangsa Palestina Belum Selesai

JAKARTA, MENARA62.COM – Adara Relief Internasional kembali menghadirkan tokoh-tokoh pemuda Palestina untuk menceritakan kondisi negara tersebut sejak kaum zionis Israel menjajahnya. Kali ini Husammuddin...

Untuk Pertama Kalinya Politeknik Negeri Kupang Kukuhkan Guru Besar

KUPANG, MENARA62.COM – Dr Adrianus Amheka, ST, M.Eng dikukuhkan menjadi guru besar pertama di Politeknik Negeri Kupang (PNK) bidang tehnik mesin sistem energy lingkungan....

TNI-Polri, Tokoh Masyarakat, dan FPI Mataram Kerja Bakti di Lokasi Baliho Habib Rizieq

MATARAM, MENARA62.COM – TNI-Polri bergandengan tangan dengan tokoh masyarakat dan Front Pembela Islam (FPI) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kerja bakti di bekas...

Jauhi Prasangka

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa…” (Q.S. Al-Hujurat: 12) Di antara sebab kegalauan hati setiap orang adalah munculnya...

JAKARTA, MENARA62.COM– Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan nilai-nilai keindonesiaan generasi sekarang semakin memudar. Bahkan kian hari semakin jauh dari budaya bangsa Indonesia.

“Nilai keindonesiaan yang kita banggakan, yang kita rawat dan pelihara puluhan tahun,kini semakin tersingkirkan,” kata Zulkifli dalam orasi ilmiahnya pada wisuda Sarjana S1 dan S2 Universitas Krisnadwipayana, Rabu (12/04/2017).

Akibat memudarnya nilai keindonesiaan tersebut kehidupan sosial politik dan ekonomi bangsa semakin tidak tertata. Untuk memperoleh kekuasaan baik itu kekuasaan ekonomi mapun politik, orang tidak segan menggunakan cara tarung bebas.

Situasi tersebut jelas Zulkifli sangat bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia. Dimana budaya gotong-royong, rela berkorban, tidak mengutamakan kepentingan pribadi dan saling musyawarah untuk mufakat kini semakin kering.

Zulkifli mengingatkan pada jaman perang kemerdekaan, banyak raja-raja di Indonesia yang berkorban meletakkan tahtanya demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tetapi situasi tersebut saat ini berbalik. Banyak orang menempuh cara ‘menang-menangan’ hanya untuk berkuasa.

“Akibatnya munculah berbagai organisasi dengan kepengurusan ganda seperti HKTI jadi dua, Kadin jadi dua. Karena itu kita harus terus membangun wawasan kebangsaan agar kondisi semacam ini tidak terus berlangsung,” tambahnya.

Zulkifli mengatakan dulu semua siswa mengenal mata pelajaran pendidikan moral Pancasila dan Civic yang mengajarkan siswa nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara serta ke-Indonesiaan. Tetapi semua mata pelajaran itu kini semua sudah dihilangkan dengan berbagai alasan.

Untuk itu dia berpesan kepada para sarjana baru Unkris agar berupaya menegakkan kembali cita-cita Indonesia merdeka yakni masyarakat yang adil dan makmur. Untuk menciptakan keadailan tersebut tentunya para sarjana ini harus mampu menciptakan kedaulatan di berbagai sektor termasuk kedaulatan pangan dan teknologi.

Sampai saat ini diakui Zulkifli Indonesia belum memiliki kedaulatan di berbagai sektor. Contohnya, di bidang pangan sejumlah komoditas masih harus impor dalam jumlah yang cukup besar seperti beras, jagung, kedelai, tepung terigu dan sejumlah komoditas lainnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dunia Harus Tahu Persoalan Bangsa Palestina Belum Selesai

JAKARTA, MENARA62.COM – Adara Relief Internasional kembali menghadirkan tokoh-tokoh pemuda Palestina untuk menceritakan kondisi negara tersebut sejak kaum zionis Israel menjajahnya. Kali ini Husammuddin...

Untuk Pertama Kalinya Politeknik Negeri Kupang Kukuhkan Guru Besar

KUPANG, MENARA62.COM – Dr Adrianus Amheka, ST, M.Eng dikukuhkan menjadi guru besar pertama di Politeknik Negeri Kupang (PNK) bidang tehnik mesin sistem energy lingkungan....

TNI-Polri, Tokoh Masyarakat, dan FPI Mataram Kerja Bakti di Lokasi Baliho Habib Rizieq

MATARAM, MENARA62.COM – TNI-Polri bergandengan tangan dengan tokoh masyarakat dan Front Pembela Islam (FPI) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kerja bakti di bekas...

Jauhi Prasangka

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa…” (Q.S. Al-Hujurat: 12) Di antara sebab kegalauan hati setiap orang adalah munculnya...

Calling Visa dan Krisis Orientasi

Saya tidak mengerti mengapa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan tentang Calling Visa untuk warga negara Israel. Kalau untuk warga negara Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia,...