25.2 C
Jakarta

Kontra dengan Rezim, Ratu Kecantikan Iran Mencari Suaka di Filipina

Must read

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...

MANILA, MENARA62.COM – Ratu kecantikan asal Iran, Bahareh Zare Bahari, terkena cekal di Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila, Filipina, pekan lalu. Peserta kontes Miss Intercontinental 2018 di Manila ini dalam penahanan Biro Imigrasi dan dihadapkan pada dua kemungkinan: dideportasi ke Iran atau permohonan suakanya diterima oleh Filipina.

Dia merasa khawatir kebebasan dan bahkan jiwanya terancam jika kembali ke negeri asalnya. Sebab, secara politis Bahari dianggap kontra terhadap rezim Iran sekarang.

Tetapi, Biro Imigrasi Filipina berdalih, pencekalan Bahari  berdasarkan red notice Interpol. Dia dituduh melakukan penyerangan terhadap rekan sesama Iran. Peristiwanya itu diduga terjadi di Filipina.

Bahari menyanggah dengan menyatakan tuduhan itu palsu. Yang sebenarnya terjadi, menurut dia, rezim Iran di Teheran menargetnya karena dianggap mendukung politisi oposisi, melanggar nilai-nilai tradisional dengan menjadi peserta kontes kecantikan, dan suka berbicara tentang hak-hak perempuan.

Pada Januari 2019, Bahari memang muncul lagi pada kontes kecantikan di Arena Asia Mall, Manila, dengan menjadikan foto Reza Pahlavi, seorang pemimpin oposisi Iran dan pendiri Dewan Nasional Iran, sebagai aksesoris penampilannya. “Saya menggunakan fotonya di kontes kecantikan dan mereka marah kepada saya,” kata Bahari kepada Arab News yang menghubunginya dari Amman.

Bahari memohon supaya Filipina tidak mendeportasinya. “Jika saya dideportasi, mereka (Iran) akan menghukum saya setidaknya 25 tahun penjara, jika mereka tidak membunuh saya,” katanya.

Bahari mengaku telah melakukan perjalanan ke Filipina setelah liburan dua minggu ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dan dia tidak menemui masalah dengan otoritas imigrasi. Dia terkejut ketika kena cekal di bandara Manila dan diberitahu bahwa dia ada dalam daftar perburuan Interpol.

Bahari membantah melakukan kejahatan di Iran. Begitu juga di Filipina, tempat dia belajar kedokteran gigi sejak 2014.

Pengacaranya pun telah memeriksa semua catatan tentang keberadaannya di Filipina, termasuk catatannya di Interpol. Ternyata, semuanya tidak ada masalah.

Laporan media mengatakan, Bahari dijadwalkan akan dideportasi ke Iran pada Senin ini. Tetapi, seorang pejabat Departemen Kehakiman Filipina, Mark Perete, mengatakan, dia tetap dalam tahanan biro dan “tidak dapat dikirim kembali ke Iran karena dia telah mengajukan permohonan suaka yang akan diselesaikan pada waktunya”.

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...

Empat Dosen UAD Masuk Peneliti Terbaik Indonesia

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Empat dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta masuk kategori 500 peneliti terbaik berdasar Science Technology Index (Sinta). Mereka...