28.3 C
Jakarta

Legislator Sleman Raudi Akmal: New Normal Membutuhkan Adaptasi Budaya

Must read

Notaris Isa Meilia, Mengapresiasi Diri Sendiri dengan Cara Traveling

HARI-hari Isa Meilia sebagai seorang notaris amat sibuk. Ibarat pergi pagi hari masih gelap, pulang kantor hari juga sudah gelap. Itu pun belum berakhir....

Opo tumon ? Miras Kok Dilegalkan

Opo tumon ?  Mungkin bagi kita yang waras, akan langsung geleng-geleng kepala. Entah apa yang melatar belakangi keluarnya Perpres No 10 tahun 2021 tentang Bidang...

Gun Stapler, Metode Sunat Ini Jadi Pilihan Public Figure

JAKARTA, MENARA62.COM – Sunat atau khitan umumnya dilakukan pada saat seorang pria berusia bayi hingga anak-anak. Tetapi pada beberapa orang, sunat dilakukan saat usia...

Relawan Tim Batavia LPB MUI: Respon Banjir Di Desa Pantai Harapanjaya

BEKASI, MENARA62.COM -- Sabtu dan Ahad (27-28 Februari 2021) lalu, menjadi hari yang cukup sibuk bagi relawan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia  (MUI)....

SLEMAN, MENARA62.COM – Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman Raudi Akmal mengatakan dalam tatanan hidup baru memerlukan adaptasi budaya. Adaptasi budaya tersebut harus bisa menjawab pertanyaan bagaimana orang harus bersikap agar bisa survive.

“Budaya sebelum covid-19  jelas kondisinya berbeda dengan setelah covid-19. Dan mau tidak mau kita harus siap menghadapi realita ini,” papar Raudi pada acara Ngobrol Budaya yang di selenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Ahad (19/7/2020) di Wedomartani Sleman dengan Host Restu Wahyuni dari WTV dan Karang Taruna. Pari Kesit yang juga disiarkan langsung via media daring Channel Youtube Wedo TV Channel

Untuk itu anak-anak muda harus memahami budaya dan implementasi budaya. Pada kondisi seperti sekarang ini kita harus mulai mengubah budaya dasar menuju budaya dasar yang baru atau menuju ke kehidupan normal yang baru. Agar budaya-budaya yang sudah ada tetap bisa konsisten dan tidak lemah karena kondisi pandemi.

Sementara itu, HY. Aji Wulantara, SH. M.Hum,  Kepala Dinas Kebudayaan Sleman dalam paparannya  menyampaikan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini memerlukan pendekatan pementasan pertunjukan seni dan budaya yang mengakibatkan tidak adanya pertunjukkan seni yang dihadiri oleh khalayak ramai secara langsung dikarenakan berpotensi melanggar protocol kesehatan dan bisa menjadi sumber penyebaran.

Solusi yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan media virtual atau daring  dijadikan pilihan Dinas Kebudayaan Sleman semisal Channel Youtube yang bisa diakses oleh masyarakat audiensi dengan jangkauan yang lebih luas dan sesuai dengan  Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19. Di samping juga sebagai  alternatif keterbatasan anggaran.

Agus Prihandoyo, Ketua Ngaudi Raharjaning Budaya, menjelaskan organisasi yang dipimpinnya mencoba untuk nguri-uri kabudayan yang ditinggalkan oleh leluhur. Bertempat di Joglo Pepen Trimulyo Sleman, organisasi tersebut bergiat budaya antara lain Mocopat Lingsir Wengi yang mendapat apresiasi dari masyarakat, meski dilakukan secara daring.

“Kami mencoba terus bergerak melalui media daring dengan menyisipkan nilai-nilai untuk mengenalkan budaya baru terutama untuk menghadapi Covid-19. Budaya jangan sampai hilang dari khasanah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa untuk generasi muda agar tidak kehilangan akar budayanya,” katanya.

Novendra Jordan, Bidang Budaya Karang Taruna Kab. Sleman, selaku generasi muda Sleman sangat mendukung untuk pengenalan budaya baru di tengah Covid-19 dan siap untuk mensosialisasikannya kepada segenap generasi muda anggota Karang Taruna Sleman sampai tingkat paling bawah.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Notaris Isa Meilia, Mengapresiasi Diri Sendiri dengan Cara Traveling

HARI-hari Isa Meilia sebagai seorang notaris amat sibuk. Ibarat pergi pagi hari masih gelap, pulang kantor hari juga sudah gelap. Itu pun belum berakhir....

Opo tumon ? Miras Kok Dilegalkan

Opo tumon ?  Mungkin bagi kita yang waras, akan langsung geleng-geleng kepala. Entah apa yang melatar belakangi keluarnya Perpres No 10 tahun 2021 tentang Bidang...

Gun Stapler, Metode Sunat Ini Jadi Pilihan Public Figure

JAKARTA, MENARA62.COM – Sunat atau khitan umumnya dilakukan pada saat seorang pria berusia bayi hingga anak-anak. Tetapi pada beberapa orang, sunat dilakukan saat usia...

Relawan Tim Batavia LPB MUI: Respon Banjir Di Desa Pantai Harapanjaya

BEKASI, MENARA62.COM -- Sabtu dan Ahad (27-28 Februari 2021) lalu, menjadi hari yang cukup sibuk bagi relawan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia  (MUI)....

Mahasiswa 24 PTMA Mengikuti LKMM Tingkat Lanjut

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Sebanyak 173 mahasiswa dari 24 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) mengikuti Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Lanjut atau Pelatihan Kader...