31.5 C
Jakarta

MPLS SD Muhammadiyah Macanan Ngemplak Dilakukan Secara Daring

Must read

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

SLEMAN,MENARA62.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah sebuah istilah yang diberikan untuk penyelenggaraan kegiatan di tiga hari pertama masuk sekolah. Istilah ini dahulu dikenal dengan nama Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah (MOPD).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru, mengembangkan interaksi positif antarsiswa, menumbuhkan perilaku positif.

Seperti diketahui bersama bahwa MPLS dalam tahun ajaran baru 2020/2021 kali ini berbarengan dengan masa penanggulangan wabah virus Corona atau yang dikenal dengan covid-19. Di DIY sendiri disebut sebagai masa tanggap darurat bencana non alam yang terakhir diperpanjang hingga 31 Juli 2020.

“Pada dasarnya, sekolah siap apabila diinstruksikan untuk tatap muka langsung dengan memberlakukan protap kesehatan, namun untuk saat ini instruksi dari Pemerintah DIY saat ini siswa masih harus  belajar dari rumah secara daring” ungkap Ailis Safitri selaku Kepala Sekolah SD MUCAN

Beberapa kegiatan yang dilakukan SD Muhammadiyah Macanan Ngemplak dalam pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran Baru 2020/2021 adalah sosialisasi ke orang tua / wali siswa pada Jumat, 10 Juli 2020 di ruang perpustakaan masjid sekolah. Dalam pertemuan tersebut pihak sekolah telah menyampaikan terkait dengan kemungkinan proses belajar termasuk MPLS yang dilakukan. Tujuan dari kegiatan agar orangtua/wali siswa menjadi paham dan yakin akan kondisi yang tengah dihadapi baik jika melakukan proses belajar tatamuka langsung utamanya melalui online.

Sebagai persiapan MPLS online, sekolah telah mempersiapkan materi yang dikemas melalui vidio berisi penjelasan langsung dari narasumber, tutorial kegiatan, dan lainnya.

Pelaksanaan kegiatan MPLS dilakukan selama tiga hari dimulai hari Senin, 13 Juli 2020 hingga Rabu, 15 Juli 2020 secara online dengan waktu yang diatur sefleksibel mungkin.

Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu pemutaran video : Profile Sekolah, Profile Guru dan profil kegiatan siswa dan sarana prasarana sekolah. Sebagai bukti keikutsertaan kegiatan MPLS, siswa dapat like video dan subscribe di channel youtube sekolah. Untuk kegiatan hari ke-2 yaitu pemutaran video perkenalan guru kelas dan siswa, Golden Class dan class agreement dan Peraturan Akademik (golden rules dan Code of Conduct).

Sebagai tugasnya siswa memperagakan dan merekam perkenalan dirinya dan menyampaikan apa  yang sudah disimak dan dikirim melalui FB, IG atau Youtube dengan meng add Fb sekolah. Untuk kegiatan akhir yaitu tentang pendidikan kesehatan di era pandemi covid 19. Siswa membuat poster tentang pola hidup bersih dan sehat.

“SD Muhammadiyah Macanan Ngemplak memiliki karakter orangtua/wali siswa tersendiri. Pada umumnya berprofesi sebagai petani, buruh lepas, pedagang dan hanya sebagian kecil pegawai di pemerintahan. Untuk itu memang sedikit berbeda dengan orangtua/wali siswa di sekolah perkotaan. Terutama yang menjadi tantangan tentu soal teknologi (piranti online) dan penyediaan kuota internet. Namun demikian secara umum orangtua/wali siswa dapat melalui kegiatan tanpa halangan berarti,” ujar Triyani H selaku koordinator kesiswaan.

Evaluasi dilakukan secara online dengan menjawab beberapa pertanyaan bersama antara orangtua dengan anak/siswa. Dari hasil evaluasi dapat dilihat bahwa materi MPLS dapat dipahami oleh siswa dan siswa 95% merasa senang mengikuti kegiatan ini walau melalui online. Dan yang lebih mengharukan lagi banyak komentar dari anak-anak yang kangen dengan suasana sekolah.

“Melihat tayangan kegiatan di sekolah jadi tambah kangen,” ujar Elan Najati siswa kelas 6. (AS)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

Level 5, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Gelar Raker Virtual 2021

  SOLO, MENARA62.COM – Level 5, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar rapat kerja (raker) guru karyawan secara virtual via aplikasi Zoom yang...