24.9 C
Jakarta

Mahasiswa Internasional UMS Perkuat Pengalaman Lintas Budaya

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperluas pengalaman global melalui keikutsertaan dalam UMi Camp 2026 yang digelar Universitas Negeri Malang (UM).

 

Program perkemahan musim panas internasional tersebut berlangsung pada 14–24 Agustus 2026. UMi Camp 2026 mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dengan latar belakang budaya dan pendidikan yang beragam.

 

UMS mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk mengikuti program tersebut, yakni Alwy Ahmed dari Fakultas Agama Islam (FAI), Mercy Valle dari Magister Manajemen, serta Silivinosi T. Naulumatua dan Percia dari Teknik Sipil.

 

UMi Camp 2026 diikuti peserta dari 64 negara. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi internasional, termasuk universitas dari China, Jepang, dan Uni Emirat Arab.

 

Keikutsertaan mahasiswa UMS menjadi momentum untuk memperluas wawasan internasional sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai negara.

 

Salah satu peserta, Alwy Ahmed asal Kenya, Afrika Timur, menyebut UMi Camp 2026 sebagai salah satu pengalaman paling bermakna dalam kehidupannya.

 

Menurut Alwy, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi peserta untuk bekerja sama dan membangun persahabatan.

 

“UMi Camp memberikan saya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan keberagaman. Meskipun memiliki banyak perbedaan, kami belajar untuk bekerja sama, saling mendukung, dan membangun persahabatan yang berkesan,” ujar Alwy, Jumat (28/8/2026).

 

Belajar Toleransi dari Masyarakat

 

Pengalaman mahasiswa UMS dalam UMi Camp 2026 tidak hanya berlangsung di lingkungan perkemahan. Para peserta juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan kunjungan ke desa.

 

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Alwy adalah ketika peserta mengunjungi sebuah desa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Para peserta berinteraksi dengan warga dan tinggal bersama keluarga tuan rumah selama satu hari.

 

Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran langsung mengenai kehidupan dalam keberagaman agama dan budaya.

 

“Pengalaman tersebut mengajarkan saya pentingnya saling menghormati, memahami satu sama lain, dan hidup berdampingan secara damai dengan orang-orang yang memiliki perbedaan agama dan budaya,” jelasnya.

 

Menurut Alwy, pengalaman lintas budaya tersebut menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi ruang untuk belajar dan membangun hubungan yang lebih erat antarmanusia.

 

Dorong Literasi dan Pendidikan

 

Selain pertukaran budaya dan interaksi dengan masyarakat, peserta UMi Camp 2026 juga mengunjungi sejumlah sekolah.

 

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa internasional berinteraksi dengan anak-anak sekaligus mendorong pentingnya literasi dan pendidikan.

 

Alwy mengaku terinspirasi melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar.

 

“Melihat antusiasme anak-anak dalam belajar sangat menginspirasi. Saya bersyukur dapat berkontribusi, meskipun dalam hal kecil, untuk mendorong literasi dan pendidikan di masyarakat,” tuturnya.

 

Bagi Alwy, keterlibatan dalam kegiatan sosial membuat UMi Camp memiliki makna lebih luas. Program tersebut tidak hanya menjadi ajang bertemu mahasiswa internasional, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk berkontribusi kepada masyarakat.

 

Ia pun mengapresiasi UM sebagai penyelenggara UMi Camp 2026.

 

“UMi Camp bukan sekadar perkemahan. Ini merupakan perjalanan untuk belajar, bertukar budaya, mengabdi kepada masyarakat, dan mengembangkan diri. Kenangan serta pelajaran yang saya dapatkan akan selalu saya ingat,” ujarnya.

 

Bangun Persahabatan Internasional

 

Kesan positif juga disampaikan mahasiswa UMS lainnya, Silivinosi T. Naulumatua. Ia menilai UMi Camp 2026 memberikan pengalaman menyenangkan karena mempertemukannya dengan orang-orang baru dari berbagai budaya.

 

“UMi Camp 2026 di UM menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan berkesan bagi saya. Saya berkesempatan bertemu orang-orang baru, mendapatkan teman baru, belajar tentang berbagai budaya, dan berbagi pengalaman dengan peserta lainnya,” ungkap Silivinosi.

 

Menurutnya, kerja sama kelompok, berbagai aktivitas, suasana kebersamaan, hingga persahabatan yang terjalin menjadi bagian paling berkesan selama kegiatan.

 

“Saya sangat menikmati berbagai kegiatan, kerja sama tim, canda tawa, dan persahabatan yang kami bangun selama kegiatan. UMi Camp bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang menciptakan kenangan indah bersama,” tambahnya.

 

Keikutsertaan mahasiswa internasional UMS dalam UMi Camp 2026 sekaligus memperkuat pengalaman pembelajaran di luar ruang kelas. Interaksi lintas negara, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran budaya menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan perspektif global dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat yang beragam. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!