33.9 C
Jakarta

Menlu RI Bahas Krisis Diplomatik Qatar Dengan Utusan UEA

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima utusan khusus dari Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta, Kamis (15/6/2017) guna membahas upaya-upaya untuk menangani krisis diplomatik Qatar.

Abdul Rahman bin Mohammed Al Owais menjabat sebagai menteri kesehatan UAE, namun dalam kesempatan tersebut Beliau menjadi utusan khusus dari UAE untuk menyampaikan beberapa pesan kepada Indonesia, kata Retno, seperti dilansirAntara.

Utusan khusus UEA itu antara lain menyampaikan pesan mengenai upaya mengedepankan dialog dalam penyelesaian krisis diplomatik Qatar.

“Beliau setuju bahwa dialog dan penyelesaian secara politik adalah opsi tunggal yang paling memungkinkan bisa dicapai,” kata Retno.

Penyelesaian masalah lewat kekuatan militer bukan lah suatu pilihan, tambah dia.

Ia mengatakan, Indonesia siap berkontribusi membantu penyelesaian masalah diplomatik beberapa negara Teluk dengan Qatar lewat dialog dan perundingan.

“Kenapa Indonesia menjadi tempat atau negara untuk menyampaikan pesan ini, karena Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan semua negara,” kata Retno.

“Posisinya dinilai balance dan Indonesia di dalam politik luar negerinya dinilai selalu ingin memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia,” katanya.

Sejak negara Teluk termasuk Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan UEA memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, Menteri Luar Negeri RI telah berkomunikasi dengan menteri luar negeri dari sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Turki, Iran dan Jerman mengenai masalah itu. Mereka sepakat bahwa dialog harus dikedepankan dalam penyelesaian krisis diplomatik itu.

Indonesia bersama sejumlah negara lain juga memberikan dukungan terhadap upaya Emir Kuwait menengahi masalah antara beberapa negara Teluk dengan Qatar.

Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (5/6), setelah menuduh Qatar mengancam keamanan kawasan dan mendukung kelompok militan bersenjata. Yaman dan Libya kemudian mengikuti langkah empat negara arab tersebut.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!