JAKARTA, MENARA62.COM – Webinar SUMU CATALYST bertajuk “Dari Recehan ke Ratusan Juta: Bangun Pabrik Snack Sendiri & Kuasai Pasar dari Warung hingga Retail Modern” sukses digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (16/5).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Serikat Usaha Muhammadiyah bersama Malindo Area ini menghadirkan CEO Malindo Area sekaligus konsultan bisnis snack kering, Rikardi Putra Nugraha sebagai narasumber utama.
Webinar tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta berbagai daerah di Indonesia. Peserta terdiri dari pelaku UMKM, calon wirausaha, hingga masyarakat umum yang tertarik membangun usaha di sektor makanan ringan atau snack.
Dalam pemaparannya, Rikardi menjelaskan bahwa industri snack menjadi salah satu sektor bisnis dengan pasar luas dan terus berkembang. Tingginya permintaan masyarakat terhadap produk snack membuat industri ini dinilai memiliki potensi keuntungan yang besar.
“Banyak brand besar hari ini berawal dari produksi rumahan. Yang terpenting bukan langsung besar, tetapi memahami sistem produksi, distribusi, dan branding sejak awal,” ujar Rikardi.
Industri Snack Dinilai Punya Pasar Luas dan Perputaran Cepat
Menurut Rikardi, produk snack dikonsumsi hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum. Harga produk yang relatif terjangkau juga membuat perputaran penjualan berlangsung cepat di pasaran.
Tak hanya membahas peluang pasar, webinar ini juga mengupas strategi membangun bisnis snack modern secara bertahap dan terukur. Peserta mendapatkan materi mulai dari penentuan produk, teknik pengemasan, strategi branding, hingga distribusi ke warung, kios, distributor, sampai retail modern.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada simulasi produksi snack skala UMKM hingga konsep sistem produksi modern menggunakan mesin pengemasan otomatis.
Dalam sesi tersebut dipaparkan bahwa beberapa jenis snack memiliki potensi kapasitas produksi mencapai 10.000 hingga 20.000 bungkus per hari apabila didukung sistem produksi dan pengemasan yang modern.
Bisnis Snack Disebut Mampu Buka Lapangan Kerja Baru
Rikardi menambahkan, industri pangan kering tidak hanya menjanjikan keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurutnya, bisnis snack mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, hingga membangun brand unggulan daerah melalui distribusi nasional.
Melalui webinar ini, SUMU berharap semakin banyak generasi muda dan pelaku UMKM yang terdorong membangun usaha berbasis produksi dengan sistem yang modern, scalable, dan mampu bersaing di pasar nasional.
“Kami ingin peserta tidak hanya termotivasi, tetapi juga memahami langkah konkret membangun bisnis snack dari nol hingga mampu bersaing di pasar modern,” ungkap panitia SUMU CATALYST.
Buka Layanan Konsultasi Bisnis Snack
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait bisnis snack kering bersama Malindo Area, layanan konsultasi tersedia di alamat berikut:
Jl. Poros Masamba Malangke, Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Sulawesi Selatan
Kantor Cabang Sementara: Jl. Dewi Sri XI, Legian, Kuta, Badung, Bali
Kontak: 0852 6862 9139
{Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah}
