YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Di tengah semaraknya jagat sinema Indonesia belakangan ini, terutama dengan munculnya film-film dengan berbagai tema dan genre, film keluarga yang menekankan pendidikan karakter anak-anak dirasa masih kurang. Padahal tema tersebut dianggap amat penting di tengah maraknya budaya instan pada generasi saat ini.
Untuk itu, film “Children of Heaven” dibuat dengan menampilkan perjuangan anak dalam mengatasi kesulitan hidup, yakni ketiadaan sepatu yang layak untuk bersekolah, tanpa banyak merengek pada orang tua.
Itulah yang menjadi benang merah dalam diskusi selepas pemutaran film Children of Heaven bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu (20/5/2026). Film ini dibesut sutradara Hanung Bramantyo yang dibuat ulang dari film asal Iran berjudul sama karya sineas Majid Majidi tahun 1997.
Dalam versi Indonesia, Children of Heaven mengangkat kisah Ali yang menghilangkan sepatu sang adik, Zahra. Di tengah kemiskinan yang mendera keluarga mereka, keduanya menyembunyikan kejadian itu dan memilih bergantian memakai sepasang sepatu untuk bersekolah.
Berbagai kejadian yang mengharukan, sekaligus menunjukkan ketabahan Ali dan Zahra, saat bersekolah dengan gantian mengenakan sepatu ditampilkan dan mampu menguras emosi penonton.
Mulai dari sepatu yang harus disumpal kain agar muat di kaki Zahra, sepatu yang nyemplung di kali, Ali yang terlambat sekolah karena harus menunggu Zahra pulang untuk berganti sepatu, sampai upaya Ali memenangi lomba lari demi mendapat hadiah sepatu baru.
Dalam diskusi, Hanung menjelaskan sudah lama mendambakan untuk membuat film bertema keluarga dan anak-anak tentang pendidikan karakter yang memberi motivasi untuk menghadapi berbagai kesulitan.
“Persoalan itu akan tetap ada, sejak Indonesia merdeka, tahun 1960-an, atau tahun 1988 seperti seting film ini, sampai hari ini persoalan akan tetap ada. Situasinya akan tetap relevan. Tapi yang berbeda adalah cara kita menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Seperti Ali dan Zahra yang tak perlu merengek ke orang tua untuk minta sepatu baru, tapi mereka berjuang menghadapi itu,” tuturnya.
Sebagai alumni siswa sekolah Muhammadiyah sejak SD hingga SMA, ia terkenang dengan cara mendidik guru-guru di sekolah tersebut terutama dalam pendidikan karakter. Latar sebuah SD Muhammadiyah di Kota Semarang pun digunakan di film ini. Dengan lingkungan kawasan perkotaan yang plural, tampil karakter guru yang punya karakter disiplin tapi tetap penuh kasih sayang. Orang tua Ali dan tetangga mereka yang didera kemiskinan pun senantiasa tolong menolong.
“Kami berharap Muhammadiyah turut membantu mengkoneksikan film ini dengan masyarakat luas. Muhammadiyah selama ini dikenal dengan tokoh-tokoh pendidik dan lembaga yang memberi perhatian besar pada pendidikan. Melalui film ini juga akan ada program charity pemberian bantuan sepatu karena selama ini sepatu kurang dianggap penting bagi kelangsungan pendidikan anak,” paparnya.
Ketua Lembaga Pendidikan (LSP) Muhammadiyah Gunawan Budiyanto menyebut film Children of Heaven memberikan pesan tentang pentingnya sebuah komitmen dan rasa tanggung jawab pada anak.

“Ini pendidikan karakter yang juga diajarkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Bahkan ditampilkan adegan Ali dan Zahra yang membantu pekerjaan rumah tangga yang menurut riset anak seperti ini akan sukses ke depannya. Anak yang berjuang akan memiliki daya tahan dan tahan banting,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini.
Menurutnya, film ini cocok ditonton generasi Z dan orang tua yang sudah terlena dengan kehidupan yang serba digital. “Saya takut gen Z itu akan diartikan generasi zonk yang tidak tahu apa-apa karena berjam-jam main HP. Ini juga menjadi koreksi bagi orang tua di mana kesalahan kita dalam mendidik anak, apakah memanjakan atau melatih daya juang mereka,” katanya.
Diskusi juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib dan serta perwakilan dari MD Pictures Firdauzi sebagai rumah produksi film ini. Sebelumnya ratusan siswa dan guru sejumlah sekolah Muhammadiyah menyaksikan film Children of Heaven yang akan ditayangkan secara luas di bioskop Tanah Air mulai 27 Mei 2026.
