35.1 C
Jakarta

Mudahkan Masyarakat Akses Layanan Kesehatan, RS Premier Jatinegara Luncurkan Tele-Emergency dan Tele-Stroke

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Rumah Sakit Premier Jatinegara luncurkan dua layanan berbasis internet yakni Tele Emergency dan Tele Stroke, Kamis (25/3/2021). Dua layanan kesehatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang menghadapi situasi kedaruratan medis tetapi takut untuk pergi ke rumah sakit akibat pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi layanan kesehatan yang diluncurkan RS Premier Jatinegara.

“Ini merupakan inovasi yang tepat dikembangkan, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang ini, dimana begitu banyak pasien yang mengalami kekhawatiran mengunjungi rumah sakit,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini salah satu hikmahnya adalah munculnya kreativitas dan inovasi baru. Munculnya berbagai bentuk pengembangan telemedicine menjadi salah satu jembatan penghubung dan menjadi solusi pertolongan pertama bagi masyarakat. Telekomonikasi dokter dengan pasien akan dapat meminimalisir angka kunjungan masyarakat ke rumah sakit serta dapat merespon pertolongan pertama pada masyarakat.

“Dengan adanya Tele Eemergency dan Tele Stroke di RS Premier Jatinegara ini saya berharap penanganan dan respon terhadap kasus kedaruratan medik maupun stroke bisa dilakukan lebih cepat, dan tepat sehingga kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” lanjut Abdul Kadir.

Direktur RS Premier Jatinegara dr Susan Ananda, MARS

Direktur RS Premier Jatinegara dr Susan Ananda MARS berharap dua layanan berbasis internet ini akan lebih memudahkan masyarakat tidak hanya di DKI Jakarta tetapi juga di luar Jakarta untuk mengakses layanan kesehatan di RS Premier Jatinegara. Terutama bagi masyarakat yang masih memiliki kekhawatiran mengakses layanan kesehatan sejak adanya pandemi Covid-19.

“Layanan Tele Emergency dan Tele Stroke ini melibatkan banyak dokter spesialis dan juga perawat-perawat yang sangat berkompeten di bidangnya. Dengan penanganan yang cepat, maka kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” tambahnya.

Layanan ini diakui dr Susan menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh RS Premier Jatinegara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ke depan tidak menuntup kemungkinan dikembangkannya Tele Cardiac, Tele Pediatric dan lainnya.

Sementara itu dr M Kurniawan, Sp.S (K), FICA, Msc, Ketua Perhimpunan dokter syaraf (Perdossi) Jaya menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan RS Premier Jatinegara yang menghadirkan layanan Tele Stroke. Menurutnya layanan ini penting untuk mencegah tingkat kecacatan dan kefatalan kasus stroke pada masyarakat.

Data menunjukkan stroke saat ini menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia dan penyebab kecacatan maupun kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu dibutuhkan edukasi dan layanan yang cepat untuk menekan angka kematian akibat stroke.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia dr Bobby Prabowo SpEM mengatakan umunya rumah sakit melakukan pengembangan yang bersifat inhospital. Tetapi RS Premier Jatinegara malah fokus menggarap pelayanan pra rumah sakit dengan meluncurkan Tele Emergency. “RS Premier Jatinegara sudah selangkah lebih maju dengan adanya layanan berbasis internet ini,” katanya.

Layanan Tele Eemergency akan melakukan layanan setelah pasien menghubungi call center yang tersedia. Perawat akan melakukan triage dan menentukan apakah pasien memerlukan penjemputan ambulance atau tidak. Jika membutuhkan ambulan, RS akan membantu pasien untuk sampai ke RS tepat waktu. Sebaliknya jika tidak membutuhkan layanan ambulance, perawat akan mengirimkan link google form untuk menyambungkan akses konsultasi dengan dokter melalui Doxy.Me. Usai melakukan konsultasi, pasien akan mendapatkan inovoice dan tatacara pembayarannya oleh kasir.

Tele -Emergency RS Premier Jatinegara

Demikian pula Tele Stroke, perawat yang menerima telepon dari pasien akan mengarahkan pasien untuk datang ke IDG RS Premier Jatinegara. Di unit ini perawat dan dokter akan melakukan diagnostic, CT Scan/MRI, trombolisis dan Trombektomi. Langkah selanjutnya adalah perencanaan lepas rawat berupa telekonsultasi.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!