SOLO, MENARA62.COM — SD Muhammadiyah 24 Gajahan Solo menggelar kegiatan Parenting dan Akhirussanah sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB tersebut dihadiri orang tua/wali peserta didik, guru, kepala sekolah, komite sekolah, serta tamu undangan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 24 Gajahan Solo untuk bersama-sama membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan adab dan karakter anak.
Hadir sebagai narasumber, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., menyampaikan materi tentang pentingnya peran orang tua dan guru dalam membentuk generasi yang berkarakter.
Dalam pemaparannya, Prof. Suranto menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak cukup hanya diukur dari kecerdasan intelektual. Menurutnya, karakter yang kuat, sikap yang baik, serta nilai-nilai religius menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang sukses.
“Kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, adab, dan nilai yang melekat dalam diri mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda. Ada anak yang unggul dalam akademik, sementara lainnya memiliki bakat di bidang seni, olahraga, kepemimpinan, maupun keterampilan tertentu.
Karena itu, orang tua dan guru memiliki peran strategis untuk mengenali, mendampingi, dan mengembangkan potensi anak sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Pengembangan potensi bertujuan membantu anak mengenali kelebihan dirinya, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.
Prof. Suranto berharap lulusan SD Muhammadiyah 24 Gajahan Solo mampu menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara karakter, ilmu pengetahuan, kemampuan akademik, dan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, perpaduan empat aspek tersebut menjadi bekal penting bagi anak dalam melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan bermasyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Prof. Suranto menyampaikan materi dengan gaya yang ringan dan humoris sehingga peserta antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Ia juga menghadirkan permainan sulap edukasi yang membuat suasana semakin menarik.
Melalui pendekatan tersebut, pesan pendidikan dan penguatan karakter dapat diterima peserta dengan cara yang menyenangkan namun tetap bermakna.
Kegiatan Parenting dan Akhirussanah ini diharapkan semakin mempererat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dengan kerja sama yang kuat, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

