JAKARTA, MENARA62.COM – Sinergi antara Permata Bank Syariah melalui Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZ DK) bersama Lazismu berhasil menyalurkan dana kebajikan senilai Rp3,37 miliar dalam kurun waktu 2023–2025. Dana tersebut diarahkan untuk berbagai program pemberdayaan, termasuk penguatan ekonomi penyandang disabilitas.
Penyerahan simbolis program kemitraan dilakukan di Kantor Pusat Permata Bank Syariah, Sudirman, Jakarta, Senin (8/6/2026). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran serta berdampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Wakil Ketua UPZ Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, mengapresiasi peran Lazismu sebagai mitra strategis dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.
“Lazismu adalah salah satu mitra utama. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena keberadaan Lazismu memudahkan amanah yang kami emban untuk mengelola dan menyalurkan dana umat,” ujar Awaludin.
Selama tiga tahun terakhir, dana kebajikan tersebut telah disalurkan melalui sejumlah program, mulai dari sedekah hewan dan daging kurban 1447 Hijriah di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dorong Inklusi Keuangan Syariah
Direktur Keuangan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengatakan peningkatan kapasitas dana yang dihimpun menjadi peluang untuk mempercepat penyaluran program sosial ekonomi.
Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar serah terima program, melainkan langkah strategis dalam memperkuat inklusi keuangan syariah.
“Dana zakat, infak, dan sedekah diharapkan mampu menyentuh mustahik lebih luas, menciptakan dampak ekonomi yang signifikan, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas berdasarkan prinsip syariah,” jelas Rudy.
Kolaborasi UPZ DK Permata Bank Syariah dan Lazismu mencakup enam pilar program, yakni ekonomi, kesehatan, sosial dakwah, lingkungan, kemanusiaan, dan pendidikan.
Program TelurMoe Berdayakan Penyandang Disabilitas
Salah satu program unggulan yang mendapat dukungan adalah TelurMoe di Sleman, Yogyakarta. Program peternakan ayam free-range dengan pakan organik tersebut dikelola oleh komunitas penyandang disabilitas.
Direktur Penghimpunan Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, menjelaskan UPZ DK Permata Bank Syariah memberikan dukungan modal kerja sekitar Rp1,2 miliar, termasuk penyediaan armada motor roda tiga Cargo untuk memperkuat distribusi.
“Para peternak yang mayoritas penyandang disabilitas sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini sudah mandiri secara ekonomi bahkan mampu melakukan transfer knowledge kepada kelompok lain,” kata Farabi.
Menurutnya, kualitas produksi telur dari program tersebut bahkan mampu memenuhi kebutuhan pasar internal Muhammadiyah karena memiliki standar yang baik.
Ke depan, lokasi peternakan akan dipindahkan ke lahan milik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta untuk meningkatkan kapasitas hingga 1.000 ekor ayam.
Jadi Model Pemberdayaan Nasional
Melalui kemitraan ini, UPZ DK Permata Bank Syariah dan Lazismu berkomitmen menghadirkan program inovatif yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik.
Program pemberdayaan seperti TelurMoe diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah Indonesia, khususnya dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif bagi penyandang disabilitas. (*)
