24.8 C
Jakarta

MUI Nyatakan Produk Sinovac Suci dan Halal

Must read

BAZNAS KALTIM DISTRIBUSIKAN BANTUAN KE SULBAR

  MAMUJU, MENARA62.COM-Gempa yang menimpa wilayah Majene, Mamuju dan sekitarnya menggugah kesadaran banyak pihak untuk menyalurkan bantuan baik dilakukan sendiri maupun melalui lembaga-lembaga resmi. BAZNAS provinsi...

Berikan Trauma Healing, MDMC Kalsel Terjunkan Beberapa Relawan

KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan Menerjunkan Relawan Psikososial ke beberapa Titik Pengungsian yang ada di Kalimantan...

MDI Indramayu: Pernyataan Nadiem Terkait Seragam Sekolah Bersimbol Agama Justeru Bikin Gaduh

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI) Kabupaten Indramayu menanggapi video yang beredar di media sosial dimana Menteri Pendidikan melarang sekolah menggunakan...

Jadi Ketua Umum MES, Anis Sampaikan Ucapan Selamat kepada Erick Thohir

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS, Anis Byarwati, menyambut baik terpilihnya Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir menjadi Ketua...

JAKARTA, MENARA62.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan produk Sinovac Suci dan Halal. Keputusan ini, diungkapan dalam konferensi pers seusai rapat pelno tertutup Komisi Fatwa MUI Pusat di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Sekretaris Bidang Fatwa MUI KH Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan, produk Sinovac dari Cina berupa vaksin untuk Covid-19 itu, diajukan dengan tiga nama, yaitu Coronavac, Vaccine Covid-19, dan Vac2 Bio. Namun ia juga menyampaikan, fatwa ini belum final karena masih menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal,” ujar Asrorun Niam.

Menurutnya, meskipun sudah halal dan suci, namun fatwa MUI belum final karena masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

“Ini akan menunggu hasil final kethoyibannya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat,” ujarnya.

Asrorun Niam mengatakan, rapat diikuti pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, hanya membahas menetapkan kesesuaian syariah Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Lifescience .Co.

“Artinya yang kita bahas hari ini adalah mengenai produk vaksin Covid-19 dari produsen Sinovac ini bukan yang lain. Pembahasan diawali dari audit dari auditor,” ujarnya.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

BAZNAS KALTIM DISTRIBUSIKAN BANTUAN KE SULBAR

  MAMUJU, MENARA62.COM-Gempa yang menimpa wilayah Majene, Mamuju dan sekitarnya menggugah kesadaran banyak pihak untuk menyalurkan bantuan baik dilakukan sendiri maupun melalui lembaga-lembaga resmi. BAZNAS provinsi...

Berikan Trauma Healing, MDMC Kalsel Terjunkan Beberapa Relawan

KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan Menerjunkan Relawan Psikososial ke beberapa Titik Pengungsian yang ada di Kalimantan...

MDI Indramayu: Pernyataan Nadiem Terkait Seragam Sekolah Bersimbol Agama Justeru Bikin Gaduh

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI) Kabupaten Indramayu menanggapi video yang beredar di media sosial dimana Menteri Pendidikan melarang sekolah menggunakan...

Jadi Ketua Umum MES, Anis Sampaikan Ucapan Selamat kepada Erick Thohir

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS, Anis Byarwati, menyambut baik terpilihnya Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir menjadi Ketua...

Reaksi Anafilaktik Akibat Imuniasi Jarang Ditemukan

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed mengatakan bahwa reaksi anafilaktik akibat vaksinasi sangat...