26.1 C
Jakarta

Musyawarah Besar Pemuka Agama Hasilkan Tujuh Kesepakatan

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

BOGOR, MENARA62.C0M – Utusan Khusus Presiden untuk dialog dan kerjasama antaragama dan peradaban Din Syamsuddin mengungkapkan musyawarah besar (Mubes) pemuka agama untuk kerukunan bangsa yang diselenggarakan 8-10 Februari 2018 menghasilkan tujuh kesepakatan.

“Pertemuan tiga hari tersebut adalah ajang silaturahmi dan dialog dari hati ke hati para pemuka agama untuk membahas tujuh pokok permasalahan yang disebut tujuh bahan pokok kerukunan dalam suatu suasana yang penuh dengan kerukunan keguyuban dalam dialog yang tulus, terbuka, terus terang dan ingin menyelesaikan masalah,” kata Din saat pidato laporan hasil Mubes Pemuka Agama di Istana Bogor,  seperti dikutip dari Antara, Sabtu (10/02).

Di hadapan Presiden Joko widodo, Din mengatakan tujuh pokok permasalahan yang dibahas adalah, pertama, pandangan dan sikap pemuka agama tentang Negara Kesatuan republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

Kedua, pandangan dan sikap umat beragama tentang Indonesia yang berbineka tunggal Ika. Ketiga, pandangan dan sikap umat beragama tentang pemerintahan yang sah hasil pemilu demokratis berdasarkan konstitusi.

Keempat, prinsip-prinsip kerukunan atau yang kita sebut sebagai etika kerukunan dan kelima, tentang penyiaran agama dan pendirian rumah ibadah.

Keenam, tentang solusi masalah intraagama dan yang ketujuh, berupa rekomendasi-rekomendasi terhadap faktor-faktor non-agama yang mengganggu kerukunan.

“Alhamdulillah, ketujuh pokok pembahasan itu telah dibahas secara mendalam diawali dengan tiga sesi sidang internal intraagama dan kemudian dibahas dan dilaporkan dalam sidang-sidang paripurna dan kemudian dikembalikan kepada sidang-sidang kelompok dan kemudian dibahas lagi di sidang paripurna hingga tadi siang. Alhamdulillah telah menghasilkan kesepakatan dari para pemuka agama tentang masalah-masalah tersebut,” katanya.

Hasil kesepakatan tersebut diserahkan kepada Presiden oleh Din Syamsuddin yang didampingi oleh enam perwakilan tokoh agama.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

  Ditjen Diktiristek Serukan Permendikbud PPKS pada 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender

JAKARTA, MENARA62.COM - Dalam rangka memperingati 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek berkolaborasi...