P2M MARS FK UMS Tingkatkan Mutu Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Kartasura

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat tata kelola dan mutu pelayanan kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Kartasura melalui program pengabdian kepada masyarakat (P2M).

 

Program bertajuk Pendampingan Penguatan Manajerial dan Service Excellence di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kartasura tersebut dilaksanakan dalam dua agenda, yakni pada 26 September dan 10 Oktober 2026. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kompetensi manajerial, penguatan kepemimpinan, pengelolaan risiko, serta keterampilan pelayanan prima bagi tenaga rumah sakit.

 

Ketua Tim P2M MARS FK UMS, dr. Asri Alfajri, M.A.R.S., mengatakan penguatan manajemen menjadi kebutuhan penting di tengah kompleksitas pengelolaan rumah sakit. Tantangan tersebut mencakup pengelolaan sumber daya manusia, koordinasi antarunit, pengambilan keputusan, hingga pengendalian risiko.

 

Di sisi lain, pelayanan yang ramah, responsif, dan empatik juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan.

 

“Penguatan manajemen rumah sakit menjadi penting seiring dengan kompleksitas pengelolaan sumber daya manusia, koordinasi antarunit, pengambilan keputusan, hingga pengendalian risiko. Di sisi lain, pelayanan yang ramah, responsif, dan empatik juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan,” ungkap Asri, Rabu (21/10/2026).

 

Perkuat Kepemimpinan dan Transformasi Digital

 

Agenda pertama pada 26 September 2026 melibatkan unsur manajerial RS PKU Muhammadiyah Kartasura, mulai dari kepala bagian, kepala bidang, kepala ruang, hingga tenaga teknologi informasi. Kegiatan dibuka oleh Direktur RS PKU Muhammadiyah Kartasura, dr. Deni Ismail.

 

Peserta mendapatkan materi transformasi digital kesehatan di Indonesia beserta tantangannya yang disampaikan dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP, FISQua, FISPH, FISCM.

 

Selanjutnya, dr. Nida Faradisa Fauziyah, MMR, FISPH, FISCM, membawakan materi Strategic Leadership: Membangun Kepemimpinan Transformasional di Rumah Sakit. Adapun materi manajemen risiko proaktif disampaikan oleh dr. Asri Alfajri, MARS.

 

Melalui rangkaian materi tersebut, peserta didorong memahami pentingnya kepemimpinan strategis, pemanfaatan teknologi digital, dan pengelolaan risiko dalam mendukung efektivitas tata kelola rumah sakit.

 

“Melalui materi tersebut, peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai kepemimpinan strategis, transformasi digital, dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas tata kelola rumah sakit,” tambah Asri.

 

Latih Pelayanan Prima hingga Penyusunan SOP

 

Agenda kedua yang berlangsung pada 10 Oktober 2026 melibatkan unsur manajerial, petugas front office, dan petugas keamanan. Fokus kegiatan diarahkan pada strategi pengembangan organisasi serta peningkatan keterampilan pelayanan prima atau service excellence.

 

Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., M.K.M., menyampaikan materi Strategic Positioning Rumah Sakit melalui Analisis SWOT. Sementara itu, materi Service Excellence sebagai Strategi Peningkatan Mutu Layanan Rumah Sakit disampaikan Didik Ikhwan Supriyanto, S.ST.

 

Untuk memastikan materi dapat diterapkan dalam situasi nyata, peserta mengikuti simulasi atau role play pelayanan prima. Praktik tersebut mencakup cara menyambut kehadiran pasien, memberikan senyum dan sapaan yang sopan, menanyakan kebutuhan, mendengarkan secara aktif, mengklarifikasi pemahaman, serta memberikan informasi dan bantuan yang sesuai.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Service Excellence.

 

Draf SOP tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi petugas dalam menstandarkan komunikasi dan interaksi dengan pasien maupun keluarga pasien. Dengan demikian, kualitas pelayanan dapat dibangun melalui prosedur yang lebih terarah dan konsisten.

 

Skor Pengetahuan Peserta Naik 37 Poin

 

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti agenda penguatan kompetensi manajerial. Berdasarkan hasil pretest dan posttest terhadap 16 peserta, rata-rata skor meningkat dari 50 menjadi 87, atau naik 37 poin.

 

Selain peningkatan skor pengetahuan, program P2M MARS FK UMS tersebut menghasilkan sejumlah luaran, yakni draf SOP Service Excellence, poster edukasi pelayanan prima, dan modul pelatihan.

 

Luaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pedoman operasional sekaligus media pembelajaran bagi petugas rumah sakit untuk membangun budaya pelayanan yang profesional, konsisten, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

 

“Selain peningkatan skor pengetahuan, kegiatan P2M ini menghasilkan draf SOP Service Excellence, poster edukasi pelayanan prima, dan modul pelatihan. Luaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pedoman operasional sekaligus media pembelajaran bagi petugas rumah sakit dalam membangun budaya pelayanan yang profesional, konsisten, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tegas Asri.

 

Kolaborasi antara Tim P2M MARS FK UMS dan RS PKU Muhammadiyah Kartasura ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu administrasi rumah sakit untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan.

 

Ke depan, keberlanjutan program diharapkan diwujudkan melalui penerapan hasil pelatihan, sosialisasi SOP sesuai mekanisme internal rumah sakit, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

 

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga rumah sakit, tetapi juga memperkuat tata kelola organisasi dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan pasien. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!