25.6 C
Jakarta

Pemerintah dan Polisi Wajib Lindungi Warga

Must read

Wabah Masih Meningkat, Muhammadiyah Luncurkan Program Mentari Covid-19

    Yogyakarta,MENARA62.COM—Adanya perkembangan kasus wabah covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah menganggap bahwa pandemi ini...

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

JAKARTA – Menara62.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari...

LLHPB PWA Jawa Tengah Adakan Sosialisasi Pandemi dan Kesehatan Lingkungan

Sukoharjo,MENARA62.COM - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah ikut serta dalam pelatihan Manajemen Program yang diselenggarakan LLHPB Pimpinan...

Kunjungi Menteri KKP, Ketua YPLG ASMI Berjanji Dukung Kemajuan Kaum Perempuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Masih kuatnya budaya patriarki membuat jumlah pemimpin dari kalangan perempuan di Indonesia masih rendah. Padahal jika diberikan kesempatan, perempuan bisa maju...

EMPAT LAWANG, MENARA62.COM — Pemerintah dan aparat kepolisian wajib lindungi seluruh warga negara, teramsuk warga Persyarikatan Muhammadiyah di Bireun, Aceh.

“Apabila benar terjadi perbuatan kriminal seperti pembakaran dan pengrusakan masjid, ataupun disertai ancaman menghalangi pendirian masjid sementara telah lengkap perizinannya, pihak kepolisian mesti mengambil tindakan tegas secara hukum,” ujar Dr Faisal SH MH, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum, di Empat Lawang, Selasa (26/6/2018).

Menurutnya, perbuatan kriminal dalam bentuk apapun tak dapat dibenarkan secara hukum. Sikap pembiaran atau toleran terhadap perbuatan kriminal adalah bentuk pelemahan penegakan hukum dan abai atas perlindungan hukum terhadap warga negara.

Potensi tindakan kriminal akan terus dilakukan jika pihak kepolisian tak bersikap tegas berikan efek jera melalui penegakan hukum. Menurutnya, aparat kepolisian mesti menangkap dan mengusut oknum yang lakukan tindakan kriminal pembakaran masjid dan menghalangi pembangunan masjid.

“Negara tak boleh dikalahkan dengan segelintir oknum yang memiliki watak kriminal. Mengayomi bukan untuk mereka yang mengancam Negara mencita-citakan hidup rukun antar sesama,” ujarnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Wabah Masih Meningkat, Muhammadiyah Luncurkan Program Mentari Covid-19

    Yogyakarta,MENARA62.COM—Adanya perkembangan kasus wabah covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah menganggap bahwa pandemi ini...

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

JAKARTA – Menara62.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari...

LLHPB PWA Jawa Tengah Adakan Sosialisasi Pandemi dan Kesehatan Lingkungan

Sukoharjo,MENARA62.COM - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah ikut serta dalam pelatihan Manajemen Program yang diselenggarakan LLHPB Pimpinan...

Kunjungi Menteri KKP, Ketua YPLG ASMI Berjanji Dukung Kemajuan Kaum Perempuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Masih kuatnya budaya patriarki membuat jumlah pemimpin dari kalangan perempuan di Indonesia masih rendah. Padahal jika diberikan kesempatan, perempuan bisa maju...

Lazismu Pulang Pisau bagikan daging segar bantuan qurban BPKH Indonesia

PULANG PISAU, MENARA62.COM - Lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pulang Pisau (01/08) menjalankan program Qurban untuk Ketahanan Pangan, yaitu...