31.9 C
Jakarta

Peneliti: Kelangkaan Garam Di Indonesia Bersifat Sementara

Baca Juga:

FEB UMP Gelar Workshop Kurikulum untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen

PURWOKERTO, MENARA62.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) telah sukses dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum untuk program studi Akuntansi S1...

Kelurahan Triharjo Sleman Miliki Radio Komunitas Rahardjo 107.7 FM

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Triharjo Sleman terhadap pembangunan, pemerintah kelurahan mendirikan Radio Komunitas 107.7 FM. Konon merupakan rintisan yang...

Jelang Idulfitri 1442 H, Polres Sleman Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, pada Rabu...

Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat Kunjungi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat lakukan kunjungan di Posko Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten...

JAKARTA, MENARA62.COM – Peneliti lembaga Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Subhan Usman menyatakan tidak perlu panik terhadap fenomena kelangkaan garam. Karena diperkirakan dalam waktu dekat sejumlah daerah di Indonesia akan panen komoditas itu.

“Pemerintah dan masyarakat tidak perlu terlalu panik menghadapi kelangkaan garam, sebab ini hanya bersifat sementara,” kata Subhan Usman, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (29/7).

Menurut Subhan, beberapa daerah sentra garam di sejumlah wilayah saat ini sedang mendekati masa panen yang diharapkan akan segera memenuhi kebutuhan pasar.

Namun demikian, lanjutnya, pemerintah perlu membentuk tim untuk menginvestigasi kelangkaan stok garam di pasar.

Hal yang perlu ditelusuri, ujar dia, apakah kelangkaan terjadi karena ada permainan distribusi oleh mafia atau memang benar terjadi kekosongan stok garam di gudang-gudang penyimpanan dan pasar.

“Apabila kelangkaan ini disebabkan oleh permainan, maka pemerintah perlu melakukan tindakan tegas dengan penberian sanksi bagi para pelaku,” tegasnya.

Subhan menyarankan pemerintah segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap semua aspek pergarmaan nasional.

Pembenahan komprehensif tersebut, lanjutnya, antara lain mencakup mulai dari keterbatasan lahan, buruknya kualitas garam yang dihasiilkan produsen lokal, serta rendahnya produktivitas.

Selain itu, ujar dia, perlu pula dimutakhirkan penggunaan teknologi yang masih tradisional, serta mengantisipasi anomali cuaca yang sudah terjadi selama jangka waktu dua tahun terakhir.

“Masalah keterbatasan lahan garam merupakan masalah fundamental yang mesti diintervensi melalui kebijakan pemerataan ekonomi yang saat ini dilakukan pemerintah melalui pendistribusian lahan kepada petani garam,” ujarnya.

Guna meningkatkan produksi garam, KKP juga diharapkan segera mewujudkan paket bantuan sarana produksi dan melakukan pendampingan kepada kelompok usaha agar garam yang dihasilkan pada saat paneg garam bisa lebih berkualitas hasilnya.

Sebelumnya KKP sedang menyusun regulasi pengendalian impor komoditas garam dengan berkoordinasi serta memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait lain.

“Saat ini KKP juga sedang menyusun Peraturan Menteri KP tentang pengendalian impor komoditas pergaraman yang merupakan turunan dari UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam,” tutur Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti.

Sedangkan terkait dengan fenomena kelangkaan garam akibat iklim yang kurang baik, Brahmantya mengungkapkan bahwa kekurangan stok garam nasional terjadi karena petambak garam di beberapa daerah sentra penghasil garam belum mulai panen. Guna menanggulangi masalah yang terjadi, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk verifikasi lapangan.

“KKP telah membentuk tim verifikasi yang terdiri dari kementerian dan lembaga terkait, untuk melakukan kajian terhadap kebutuhan bahan baku garam konsumsi,” katanya dan menambahkan, tim verifikasi itu terdiri dari Kementerian Koordinator Kemaritiman, KKP, Kemendag, Kemenperin, Bareskrim Polri dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Hasil verifikasi ini akan ditelaah dan menjadi dasar penerbitan rekomendasi impor bahan baku garam konsumsi untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku garam konsumsi pada tahun 2017.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

FEB UMP Gelar Workshop Kurikulum untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen

PURWOKERTO, MENARA62.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) telah sukses dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum untuk program studi Akuntansi S1...

Kelurahan Triharjo Sleman Miliki Radio Komunitas Rahardjo 107.7 FM

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Triharjo Sleman terhadap pembangunan, pemerintah kelurahan mendirikan Radio Komunitas 107.7 FM. Konon merupakan rintisan yang...

Jelang Idulfitri 1442 H, Polres Sleman Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, pada Rabu...

Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat Kunjungi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat lakukan kunjungan di Posko Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten...

Bantu Percepat Pencapaian Pembangunan, Bupati Sleman Lantik 10 Tenaga Ahli

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan surat keputusan kepada 10 Tenaga Ahli Bupati Sleman yang baru di ruang rapat praja kabupaten...