SOLO, MENARA62.COM – Teknologi Internet of Things (IoT) mulai diperkenalkan kepada petani Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Melalui pelatihan yang digelar PPK Ormawa HMP PTI UMS, petani diajak mempraktikkan sistem smart farming untuk membuat pengelolaan tanaman lebih praktis dan efisien.
Pelatihan penggunaan alat IoT tersebut digelar Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ pada Kamis (17/9/2026).
Kegiatan menjadi bagian dari program Seboto Smart Farming, yang mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas pertanian, termasuk pengelolaan tanaman di greenhouse.
Dalam pelatihan tersebut, petani diperkenalkan dengan berbagai fitur alat IoT yang dikembangkan PPK Ormawa HMP PTI UMS. Tim tidak hanya menjelaskan fungsi setiap fitur, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai cara mengoperasikan alat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Penanggung jawab pelatihan penggunaan alat IoT, Rifqi Rengga Praseno, mengatakan salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah sistem penyiraman otomatis.
“Salah satu fitur yang kami perkenalkan dalam pelatihan ini adalah sistem penyiraman otomatis. Fitur ini memungkinkan proses penyiraman tanaman dilakukan secara otomatis dengan waktu yang telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan tanaman yang ditanam,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rifqi, sistem tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola penyiraman tanpa harus selalu melakukannya secara manual.
Teknologi IoT yang dikembangkan juga tidak terbatas untuk satu jenis tanaman. Selain mendukung budidaya tanaman kopi, sistem tersebut berpotensi disesuaikan dengan kebutuhan tanaman lain.
“Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pelatihan, sehingga masyarakat tidak hanya memahami penggunaan alat untuk satu jenis tanaman, tetapi juga mengetahui kemungkinan penerapannya pada tanaman lain sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Petani Antusias Pelajari Teknologi
Antusiasme petani terlihat selama pelatihan berlangsung. Peserta aktif mengikuti penjelasan tim PPK Ormawa HMP PTI UMS dan menggali fungsi berbagai fitur yang terdapat pada perangkat IoT.
Sejumlah peserta bahkan mengajukan pertanyaan mengenai fitur lain, manfaat alat, hingga kemungkinan pengembangannya untuk mendukung kebutuhan pertanian di Desa Seboto.
Diskusi berlangsung interaktif. Pembahasan tidak hanya berkutat pada teknis pengoperasian alat, tetapi juga menyentuh peluang penerapan teknologi IoT pada aktivitas pertanian lainnya.
Interaksi tersebut menunjukkan ketertarikan masyarakat untuk memahami teknologi yang dapat membantu aktivitas mereka. Pemahaman pengguna dinilai menjadi faktor penting agar teknologi yang diperkenalkan tidak sekadar terpasang, tetapi benar-benar dimanfaatkan.
Rifqi mengatakan keberlanjutan program Seboto Smart Farming tidak hanya bergantung pada pemasangan perangkat IoT. Petani sebagai pengguna juga perlu memahami cara kerja dan fungsi teknologi tersebut.
“Melalui pelatihan ini, PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 berupaya memastikan bahwa penerapan teknologi dalam program Seboto Smart Farming tidak berhenti pada pemasangan alat, tetapi juga diikuti dengan pemahaman masyarakat sebagai pengguna,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengenalan fitur dan praktik penggunaan menjadi bagian penting agar teknologi IoT dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani Desa Seboto.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kontribusi PPK Ormawa HMP PTI UMS dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan meningkatnya pemahaman petani, alat IoT diharapkan dapat membantu pengelolaan tanaman secara lebih praktis sekaligus membuka peluang pengembangan smart farming untuk berbagai kebutuhan pertanian di Desa Seboto. (*)
