29.3 C
Jakarta

Pojok Harmoni IMM Al-Ghozali UMS Bahas Kesehatan Mental

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Kesehatan mental keluarga tidak selalu membutuhkan langkah besar. Percakapan yang hangat, kesediaan mendengarkan, berbagi tugas rumah tangga, hingga memberikan apresiasi kepada anggota keluarga dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membangun relasi yang lebih sehat.

 

Pesan tersebut menjadi fokus kegiatan Pojok Harmoni yang digelar Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Catur Cerdas (Ciptakan Edukasi, Resiliensi, Digitalisasi, dan Kemandirian Masyarakat). Edukasi diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

 

Perwakilan Tim PPK Ormawa sekaligus mahasiswa Fakultas Psikologi UMS, Rahmat Syukur Radifan, mengatakan kepedulian terhadap kesehatan mental dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana di rumah.

 

“Menjaga kesehatan mental dalam keluarga sebenarnya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil. Lewat Pojok Harmoni ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa komunikasi yang hangat, saling mendengarkan, serta pembagian peran yang adil di rumah adalah fondasi utama menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan harmonis,” ujar Rahmat, Jumat (18/9/2026).

 

Ibu-Ibu PKK Belajar Kelola Relasi Keluarga

 

Pojok Harmoni diikuti 13 ibu-ibu PKK Desa Catur. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama di Caturan Kopi sebelum peserta mengikuti seminar kesehatan mental di Balai Desa Catur.

 

Seminar bertajuk “Sehat Mental Kuat Keluarga” menghadirkan Fiki Auliyati Nur Afifah, S.Psi., Psikolog sebagai narasumber.

 

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kesehatan mental dalam keluarga dapat dirawat melalui kebiasaan sehari-hari. Fiki membagikan lima langkah yang dapat diterapkan untuk membangun hubungan keluarga yang lebih sehat.

 

Kelima langkah itu meliputi meluangkan waktu untuk berbicara, mau mendengarkan, berbagi tugas, membangun kebersamaan sederhana, serta saling memberikan apresiasi.

 

Menurut materi yang disampaikan, hubungan keluarga tidak hanya perlu dibangun ketika persoalan muncul. Perhatian kecil, waktu bersama, dan penghargaan terhadap anggota keluarga juga dapat menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman.

 

Sesi seminar kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif. Salah satu peserta menanyakan cara menyampaikan atau meluapkan emosi ketika menghadapi persoalan dengan orang terdekat.

 

Fiki menjelaskan, seseorang perlu mempersiapkan diri sebelum menyampaikan persoalan. Fokus komunikasi sebaiknya diarahkan pada apa yang ingin disampaikan, bukan semata-mata pada siapa yang menjadi lawan bicara dalam persoalan tersebut.

 

Dengan persiapan tersebut, pesan yang hendak disampaikan diharapkan lebih terarah dan tidak semakin memperkeruh situasi.

 

Fiki juga membagikan cara sederhana untuk membantu menenangkan diri sebelum berkomunikasi, salah satunya dengan mengatur pernapasan selama beberapa detik. Memberikan jeda kepada diri sendiri maupun melakukan aktivitas sederhana yang membuat tubuh dan pikiran lebih nyaman juga dapat dilakukan sebelum kembali membicarakan persoalan.

 

Pojok Harmoni Buka Konseling Gratis

 

Tak berhenti pada edukasi, Pojok Harmoni juga menyediakan layanan konseling gratis bagi peserta. Layanan tersebut didampingi empat psikolog, yakni Laraz Kunanti Fairuz Syifa’, S.Psi., Psikolog; Estifia Renanda, S.Psi., Psikolog; Dian Nisa Arifah Rahma, S.Psi., Psikolog; dan Tunjung Kusumawicitda, S.Psi., Psikolog.

 

Konseling menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbicara secara langsung dan memperoleh pendampingan dari tenaga profesional.

 

Melalui Pojok Harmoni, Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS berupaya mendekatkan edukasi sekaligus akses terhadap layanan psikologis kepada masyarakat Desa Catur.

 

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong keluarga agar lebih terbuka dalam berkomunikasi, saling mendukung, dan semakin peduli terhadap kesehatan mental ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!