26.7 C
Jakarta

Presiden Jokowi Resmikan Proyek Hilirisasi Batubara di Kabupaten Muara Enim

Baca Juga:

MENARA62.COMPresiden Joko Widodo
(Jokowi) meresmikan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) yang terletak di Kawasan Industri Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Hadir mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan ini Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Pj Bupati Muara Enim H. Nasrun Umar, Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat Muhammad Yusuf Ateh, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail, Jajaran MIND ID dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati serta Presiden dan CEO Air Products and Chemicals, Inc (Air Products) yang hadir secara virtual dari Amerika Serikat.

Hilirisasi batu bara sendiri sejatinya sudah diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Hampir 12 tahun menunggu, akhirnya proyek hilirisasi batu bara, khususnya untuk proyek gasifikasi menjadi DME, baru bisa segera terwujud.

“Saya sudah berkali-kali sampaikan mengenai hilirisasi industrialisasi. Pentingnya mengurangi impor. Sudah enam tahun lalu saya perintah, Alhamdulillah hari ini meski dalam jangka panjang belum bisa dimulai, Alhamdulillah kita bisa mulai hari ini,” kata Jokowi, Senin (24/1/). 2022).

Dengan adanya ‘pabrik’ gasifikasi batu bara ini, nantinya batu bara dapat diolah dengan proses gasifikasi untuk menjadi DME. Karakteristik DME ini memiliki ciri-ciri dengan komponen Liquefied Petroleum Gas (LPG), yaitu terdiri atas propan dan butana, sehingga penanganan DME dapat diterapkan sesuai LPG. Oleh karena itu, DME ini bisa menjadi pengganti LPG.

“Impor LPG kita itu gede banget. Mungkin Rp 80 triliun dari kebutuhan Rp 100 triliun. Itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena subsidi Rp 60-Rp 70 triliun,” katanya.

“Pertanyaan saya, apakah ini mau kita terus-terusan? Impor terus? Yang untungnya negara lain, yang terbuka lapangan kerja juga di negara lain. Padahal kita memiliki raw material-nya,” jelasnya.

Jokowi mengaku telah memerintahkan hilirisasi batu bara sejak enam tahun lalu. Namun, eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa Indonesia sudah terlalu lama terjebak dalam zona nyaman.

“Memang duduk di zona nyaman itu paling enak. Impor, impor, impor. Tidak perlu berpikir bahwa negara itu dirugikan, rakyat dirugikan karena tidak terbuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Jokowi menegaskan proyek ini nantinya akan membuka setidaknya 12 ribu lapangan pekerjaan. Jokowi sendiri telah memberikan target proyek ini bisa selesai dalam 30 bulan.

“Kalau ada 5 investasi seperti yang ada di hadapan kita ini, 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta. Itu yang langsung. Yang tidak langsung biasanya 2-3 kali lipat. Ini saya kejar terus,” tegasnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!