31.8 C
Jakarta

Psikologi UMS Perkuat Literasi Digital Anak di Sukoharjo

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Penggunaan gadget di kalangan anak tak cukup diatasi dengan larangan. Pemahaman, pendampingan, dan kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat justru menjadi kunci agar gadget tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan sosial anak.

 

Persoalan tersebut menjadi perhatian Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melalui program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M). Fakultas Psikologi UMS menggandeng Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, untuk memperkuat literasi digital siswa.

 

Kegiatan dikemas dalam bentuk psikoedukasi yang membahas penggunaan gadget secara bijak, sehat, aman, produktif, dan bertanggung jawab. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi keilmuan Fakultas Psikologi UMS dalam merespons persoalan yang berkembang di masyarakat.

 

Dekan Fakultas Psikologi UMS Dr. Lisnawati Ruhaena, M.Si., Psikolog, mengatakan dosen dan tenaga kependidikan perlu peka terhadap persoalan masyarakat sekaligus mampu mengimplementasikan keilmuan psikologi untuk memberikan solusi yang relevan.

 

“Dosen dan tenaga kependidikan perlu peka terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat sekaligus kreatif dalam mengoperasionalkan keilmuan psikologi untuk menjawab persoalan tersebut,” kata Lisnawati, Selasa (22/9/2026).

 

Menurut dia, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata keilmuan psikologi hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Gadget dan Tantangan Belajar Anak

 

Ketua Tim P2M UMS, Wahono, menjelaskan pemilihan isu literasi digital dan penggunaan gadget berangkat dari kebutuhan yang ditemukan di lingkungan MIM Luwang.

 

Penggunaan gadget, kata dia, tidak berdiri sendiri. Persoalan tersebut berkaitan dengan sejumlah aspek perkembangan anak, mulai dari motivasi belajar, kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga interaksi sosial.

 

“Penggunaan gadget merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan anak-anak saat ini. Karena itu, yang perlu dibangun bukan sekadar larangan menggunakan HP, tetapi pemahaman dan kebiasaan agar anak mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab,” ujar Wahono.

 

Ia menambahkan, psikoedukasi literasi digital juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.

 

Sebab, pengendalian penggunaan gadget tidak cukup hanya dibebankan kepada anak. Sekolah dan orang tua juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.

 

“Mulai dari penggunaan gadget, motivasi dan kesulitan belajar, kedisiplinan, pengasuhan, hingga relasi sosial siswa, menjadi permasalahan yang perlu segera dituntaskan,” katanya.

 

Lanjutkan Edukasi ke Orang Tua

 

Wahono mengatakan psikoedukasi bagi siswa merupakan subprogram pertama dari rangkaian kegiatan P2M yang telah dirancang Fakultas Psikologi UMS.

 

Program selanjutnya akan menyasar lingkungan keluarga melalui edukasi parenting digital bagi orang tua siswa.

 

“Kami akan memberikan edukasi terkait parenting digital bagi orang tua siswa, sebagai antitesis maraknya penggunaan gadget di usia anak-anak. Agar anak-anak tetap bisa belajar secara produktif,” ujarnya.

 

Melalui rangkaian program tersebut, Fakultas Psikologi UMS bersama Persyarikatan Muhammadiyah dan MIM Luwang tidak hanya mendorong anak mengurangi penggunaan gadget.

 

Lebih dari itu, program diarahkan untuk membangun kemampuan anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijak, sehat, aman, produktif, dan bertanggung jawab.

 

Kepala MIM Luwang, Umi Barokah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut positif pelaksanaan program P2M UMS tersebut. Menurut dia, persoalan penggunaan HP atau gadget merupakan tantangan yang dihadapi sekaligus oleh anak, sekolah, dan keluarga.

 

“Kami sangat senang mendapatkan dukungan dari program P2M UMS. Persoalan HP atau gadget bukan hanya menjadi masalah anak, tetapi juga menjadi persoalan yang dihadapi sekolah dan keluarga,” kata Barokah.

 

Ia menilai edukasi tersebut penting untuk membangun kesadaran bersama dalam mendampingi anak menggunakan gadget secara lebih sehat dan bertanggung jawab.

 

Dukungan juga datang dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Luwang. Ketua PRM Luwang, Saibani, S.Pd., mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan UMS dalam menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Kami menyambut terbuka program P2M ini dan siap mendukung kegiatan-kegiatan selanjutnya. Prinsipnya, kami ingin program yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya kebutuhan sekolah, anak, dan keluarga di lingkungan Luwang,” tutur Saibani. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!