MADIUN, MENARA62.COM – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD). Dosen Program Studi Administrasi Kesehatan, Dr. Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes berhasil meraih pendanaan riset dari Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Hibah tersebut diperoleh melalui skema Penelitian Fundamental Reguler dalam kategori Penelitian Kompetitif. Proposal yang diajukan mengangkat judul Determinasi Sosial Defisiensi Zinc dan Kerentanan Kesehatan Anak Usia Dini di Daerah Gizi Kurang: Kajian Sosiologi Kesehatan.
Dr. Eny yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAD mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, kolaborasi, serta dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah dan kepercayaan besar. Semoga penelitian ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Dalam penelitiannya, Dr. Eny menyoroti persoalan serius terkait defisiensi mikronutrien zinc pada anak usia dini di Indonesia, khususnya di wilayah dengan kondisi gizi kurang. Ia menegaskan bahwa zinc memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Zinc berperan penting dalam pertumbuhan linear, pematangan sistem imun, fungsi enzim, serta perkembangan kognitif anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekurangan zinc pada periode emas kehidupan anak, yakni usia 6 hingga 59 bulan, dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan. Beberapa risiko yang muncul antara lain meningkatnya kasus stunting, diare berulang, hingga infeksi saluran pernapasan akut.
Tak hanya itu, defisiensi zinc juga berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan jangka panjang yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Melalui riset ini, Dr. Eny berharap dapat mengidentifikasi faktor sosial yang memengaruhi defisiensi zinc sekaligus memberikan rekomendasi berbasis ilmiah untuk penanganan masalah gizi anak di Indonesia.
Penelitian ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kesehatan anak usia dini, sekaligus mendukung program nasional dalam menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya. (Pujoko)
