25.6 C
Jakarta

Setelah Berdiri, Para Anggota BTM Rembang Dilatih Buat Pupuk Organik

Must read

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Rembang,MENARA62.COM Setelah Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Rembang – Jawa Tengah berdiri dan beroperasi di awal Agustus 2020. Pengurus dan pengelola BTM langsung bergerak untuk melakukan konsolidasi kepada para anggota BTM dalam memberikan pemberdayaan secara langsung. Salah satunya adalah pemberian pelatihan pembuatan pupuk organik bernama Jamu Sehat Tanaman (JST)yang berkerjasama dengan Bengkel Bumi, kemarin Sabtu (15/08/2020) di Lasem – Rembang.

Ketua BTM Rembang Chris Sutopo dalam keterangannya kepada MENARA62.COM, menuturkan, bahwa pelatihan pupuk organik kepada anggota BTM adalah bagian dari strategi upaya yang dilakukan oleh BTM kepada anggota dan warga Muhammadiyah di Rembang untuk memajukan perekonomian. Apalagi mayoritas mata pencariannya para anggota adalah petani maka sangat penting untuk memperoleh pelatihan dan ilmu pengetahuan dalam pertanian dari Bengkel Bumi.

Diakui oleh Chris, keberadaan dari BTM Rembang adalah sebuah lembaga keuangan mikro berbasis Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS), meski demikian BTM tidak sekedar pada fokus simpan dan pinjam yang menjadi rutinitas saja. Tapi bagaimana perannya untuk bisa terlibat dalam pemberdayaan para anggota yang mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Di Lasem – Rembang inilah bersama dengan Bengkel Bumi, kami akan mendorong pengembangan UMKM berbasis pertanian secara masif untuk berkembang,”paparnya.

Bisnis pertanian di kabupaten Rembang menjadi peluang untuk dikembangkan secara maksimal, apalagi secara geografis dan masyarakat mayoritas adalah petani. Dengan adanya pelatihan – pelatihan pertanian dalam pembuatan pupuk organik dan sebagainay akan sedikit banyak membantu dalam memotong mata rantai permasalahan pertanian di Rembang selain pemasaran dan perkuatan modal pertanian selama ini. “Kami menyakini Peluang – peluang tersebut kedepannya akan dikembangkan oleh BTM Rembang dan Bengkel Bumi dalam berkolaborasi kemiteraan,”tandas Chris.

Sementara Direktur Utama Bengkel Bumi Ahmad Syawaludin dalam memberikan pelatihan kepada para peserta menyampaikan bahwa sebetulnya para petani Indonesia bisa memanfaatkan segala macam bahan –bahan alami yang ada di Indonesai untuk dijadikan pupuk organik. Tinggal bagaimana motivasi kemauan dan pengetahuan teknik pembuatannya yang harus dikuasai. Apabila semangat itu terus ada dan terjaga bagi para anggota BTM dan petani di Rembang, Bengkel Bumi akan selalu memberikan akses yang sebesar – sebesar kepada masyarakat dan siap membimbingnya.

Mengembangkan pupuk organik, kata Syawalludin, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, pertama, mengembalikan kesuburan tanah agar terselematkan unsur haranya. Kedua, memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap pupuk yang murah dan berkualitas, ketiga meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani dan keempat mendorong terciptanya kedaulatan pangan. “Tujuan inilah yang ingin kami capai bersama – sama dengan BTM yang merupakan salah satu elemen Muhammadioyah yang juga merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia,”ucapnya.

Khusus kemiteraan dengan BTM Rembang, bagi Bengkel Bumi adalah sebagai pilot project pertama kali untuk jaringan BTM. Jika nantinya berhasil kedepanya bisa di duplikasi untuk BTM se-Indonesia yang memiliki anggota UMKM berbasis pertanian dan peternakan. Apalagi di Muhammadiyah saat ini lagi mengembangkan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) out put produk pertanian yang dikembangkan oleh anggota BTM ini bisa terintegrasikan dalam sistem jejaring bisnis close loop economy Muhammadiyah. Hal itu sangat dasyat untuk kedaulatan pangan kedepannya jika itu benar – benar terlaksana.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...