SOLO, MENARA62.COM — Siswa-siswi SD Muhammadiyah 14 Surakarta (SD MAHESKA) menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri berbicara Bahasa Inggris langsung dengan native speaker internasional dalam kegiatan International Native Speaker – Global Friends Day, Selasa (12/5).
Kegiatan bertema “Let’s Speak, Share, and Explore the World Together” itu digelar di aula sekolah dan berlangsung meriah serta penuh antusiasme. Seluruh siswa tampak aktif mengikuti berbagai sesi interaktif bersama dua native speaker, yakni Ahmed Alwy dari Kenya dan Mirtazoyeva Sevara dari Uzbekistan.
Program yang didukung kolaborasi bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar Bahasa Inggris secara langsung dengan penutur asing.
Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak aktif berbicara, bermain edukatif, menjawab tantangan, hingga tampil menggunakan Bahasa Inggris di depan teman-temannya. Suasana hangat dan menyenangkan membuat anak-anak lebih berani mengekspresikan kemampuan mereka.
Awalnya beberapa siswa terlihat malu-malu. Namun seiring kegiatan berlangsung, keberanian mereka mulai tumbuh. Tangan-tangan kecil terangkat untuk menjawab pertanyaan, sementara suasana aula dipenuhi gelak tawa dan semangat belajar.
Kepala SD Muhammadiyah 14 Surakarta, Agus Triono, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun generasi global yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islami.
“Kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk bermimpi besar. Belajar bahasa asing bukan sekadar pelajaran sekolah, tetapi jendela untuk mengenal dunia dan membangun masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman bertemu dan berinteraksi langsung dengan warga negara asing dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa sejak usia dini. Selain itu, metode pembelajaran yang menyenangkan membuat Bahasa Inggris terasa lebih mudah dan tidak menakutkan.
Melalui kegiatan ini, SD MAHESKA kembali menegaskan komitmennya sebagai Bilingual Islamic Global School yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi komunikatif, terbuka terhadap budaya dunia, dan siap menghadapi tantangan global.
Kegiatan yang berlangsung beberapa jam itu meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Keberanian kecil yang tumbuh di hari tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju mimpi besar mereka di masa depan. (*)
