28.6 C
Jakarta

SMARTFREN Run 2026 Kelola 2,19 Ton Sampah Tanpa ke TPA, Cegah Emisi Hampir 4 Ton CO₂e

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand SMARTFREN mencatatkan keberhasilan dalam menerapkan konsep Zero Waste to Landfill pada penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026. Seluruh sampah yang dihasilkan selama kegiatan, yakni lebih dari 2,19 ton, berhasil dikelola tanpa ada yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus mencegah emisi gas rumah kaca hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan. Melalui perencanaan yang matang, kolaborasi lintas pihak, serta sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, SMARTFREN Run 2026 menunjukkan bahwa sebuah event dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Ajang lari yang digelar pada 5 Juli 2026 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan diikuti sekitar 7.500 peserta itu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sejak tahap persiapan hingga pengolahan akhir sampah. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Waste4Change sebagai bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) XLSMART sekaligus mendukung penguatan praktik ekonomi sirkular di Indonesia.

Di tengah masih terbatasnya penerapan konsep Zero Waste to Landfill pada penyelenggaraan event lari berskala besar di Tanah Air, SMARTFREN Run 2026 menjadi contoh bahwa kegiatan olahraga dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab dengan hasil yang terukur bagi lingkungan.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, “Keberhasilan sebuah event saat ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mencapai garis finis, tetapi juga dari bagaimana dampaknya terhadap lingkungan setelah kegiatan berakhir. Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab apabila prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.”

“SMARTFREN Run kami hadirkan sebagai lebih dari sekadar ajang olahraga. Sebagai brand yang dekat dengan masyarakat, SMARTFREN ingin mengajak masyarakat menjalani gaya hidup yang tidak hanya sehat dan aktif, tetapi juga semakin peduli terhadap lingkungan. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan penyelenggara event untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” lanjut Merza.

Dalam implementasinya, panitia menyediakan fasilitas pemilahan sampah di sejumlah titik strategis di area acara. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Material Recovery Facility untuk dipilah dan diproses sesuai karakteristik masing-masing material.

Material yang masih memiliki nilai ekonomi disalurkan kepada mitra daur ulang untuk diolah menjadi produk baru. Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos dan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF), sedangkan sampah residu diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif. Skema tersebut memastikan seluruh material dimanfaatkan sesuai fungsinya tanpa berakhir di TPA.

Dari total 2.190,1 kilogram sampah yang terkumpul, sekitar 1,19 ton atau 54,2 persen berhasil didaur ulang. Sebanyak 370 kilogram atau 16,9 persen diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya BSF, sedangkan sekitar 634 kilogram atau 29 persen diproses menjadi RDF. Dengan demikian, seluruh sampah yang dihasilkan selama SMARTFREN Run 2026 berhasil dialihkan dari TPA.

Penerapan sistem pengelolaan sampah tersebut juga berhasil mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 3.996 kilogram CO₂e. Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan kegiatan dapat menghasilkan dampak lingkungan yang nyata dan terukur.

Selain pengolahan pascaacara, edukasi mengenai pemilahan sampah juga dilakukan selama kegiatan berlangsung. Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu peserta, kru, tenant, dan mitra dalam memilah sampah sesuai kategorinya. Langkah ini bertujuan memastikan proses pemilahan dimulai dari sumber sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan, “Pengelolaan sampah pada event berskala besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal. Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur.”

Penerapan konsep Zero Waste to Landfill pada SMARTFREN Run 2026 menjadi bagian dari strategi keberlanjutan XLSMART yang diterapkan dalam berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari operasional bisnis hingga interaksi dengan pelanggan dan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk menjadi Most Loved Company melalui pengalaman yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026, XLSMART menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan dapat diimplementasikan secara nyata dalam event berskala besar melalui kolaborasi, perencanaan yang matang, serta pengelolaan lingkungan yang memberikan hasil terukur.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!