SOLO, MENARA62.COM — Ketakwaan kepada Allah SWT diyakini menjadi solusi utama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pesan itu mengemuka dalam Pengajian Rutin ‘Aisyiyah yang digelar Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) di Madrasah Diniyah (Madin) depan Masjid Jami’ Kampung Sewu, Solo, Ahad (10/5/2026).
Pengajian tersebut menghadirkan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari masalah, namun Allah SWT telah menjanjikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertakwa.
“Kehidupan bukan tentang hidup tanpa masalah, tetapi bagaimana memecahkan masalah. Setiap masalah pasti ada solusi dari langit jika kita kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip Surah At-Talaq ayat 2 yang menjelaskan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Menurutnya, ayat tersebut menjadi penguat bahwa setiap persoalan hidup sejatinya dapat dihadapi dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain itu, Jatmiko juga mengingatkan pentingnya tawakal setelah berikhtiar. Ia menyampaikan bahwa Allah SWT akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertakwa, sebagaimana tercantum dalam Surah At-Talaq ayat 3.
“Dari kepasrahan dan usaha itu, Allah akan memberi rezeki yang tak terduga,” katanya.
Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu juga mengajak jamaah memahami kandungan Surah Al-Anfal ayat 29. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang bertakwa akan diberikan “furqan”, yakni kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.
Menurutnya, ketakwaan tidak mengenal status sosial. Semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, kaya maupun miskin, pejabat ataupun rakyat biasa, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT.
“Setiap persoalan kehidupan sejatinya bisa diselesaikan dengan meningkatkan ketakwaan,” ungkap anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Kota Surakarta tersebut.
Ia menambahkan, ketakwaan tidak hanya membawa keberkahan dan kemakmuran, tetapi juga mampu menciptakan ketenteraman dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam lingkungan keluarga.
Sebaliknya, perilaku maksiat dan keingkaran kepada Allah SWT dapat mengundang berbagai musibah, mulai dari kemiskinan, penderitaan, hingga kehancuran suatu negeri. Hal itu, menurutnya, telah dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 16 tentang kehancuran sebuah bangsa akibat kedurhakaan penduduknya.
Menutup tausiyahnya, Jatmiko berharap jamaah istiqamah mengikuti pengajian agar keimanan dan akhlak semakin kuat.
“Semoga pengajian ini mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menjadikan ketakwaan sebagai fondasi membangun bangsa yang damai, makmur, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (*)


